Home Hukum dan Kriminal Pelaku Pembobol Kartu Kredit Pernah Jadi Telemarketing Hotel

Pelaku Pembobol Kartu Kredit Pernah Jadi Telemarketing Hotel

image

Semarang, 15/6 (Beritajateng.net)-Berbekal pernah kerja jadi Telemarketing Hotel, tersangka Martino Tambunan (36) warga Kutei 14 D RT 2 RW 5 Desa Darmo Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur ini berhasil membobol kartu kredit di Hotel Emerald Oak Tree Semarang Jalan Palem VI.

Aksi itu terbongkar setelah pihak management hotel mencurigai tersangka melakukan pencurian perlengkapan barang yang ada dikamar, pada Minggu (14/6) lalu.

Kepada polisi Martino mengaku melakukan aksi itu karena paham betul seluk-beluk penggunaan kartu kredit terkait penginapan hotel.

“Saya sudah paham, kan saya dulu mantan tim Telemarketing Hotel. Jadi setiap member hotel Indonesia tahu sudah tahu akan calon-calon korbannya,”katanya saat gelar perkara di Polrestabes Semarang, Senin (15/6).

Martino menambahkan seperti dalam hal ini, agar bisa menginap di sejumlah hotel mewah secara gratis. Dengan segala kecerdikannya itulah bisa memanfaatkan celah sejumlah hotel yang menggunakan fitur kartu kredit jenis Virtual Credit Card.

“Kami lakukan aksi ini atas perintah Rahardian yang mengendalikan. Dia memesan kamar hotel dengan identitas orang berkebangsaan Jepang yakni Mathius Kakumoto,”imbuhnya.

Lebih lanjut Martino menjelaskan bahwa keuntungan yang ia dapat selama melakukan pembobolan kartu kredit tersebut adalah menikmati fasilitas hotel selama menginap dan menggunakan sisa deposito.

“Ide itu muncul karena sebagian besar pihak hotel tidak memperhatikan kelemahan penggunaan kartu kredit saat transaksi. Tahunya hotel untung, maka transaksi tetap dilayani meski menggunakan kartu kredit milik orang lain,” katanya.

Dengan memalsukan kartu kredit Visa Platinum Limit Rp 70 juta, bernomor 4534 5014 5776 8004 yang terdaftar sebagai nasabah Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ di Jepang. Ia langsung bisa cairkan Rp2 juta.

“Saya mencairkan Rp 2 juta, rinciannya Rp 1,6 juta untuk membayar biaya tagihan penginapan hotel. Sedangkan sisanya Rp 400 ribu saya pakai sendiri,”jelasnya.

Tersangka menggunakan data korban karena merupakan nasabah Bank Jepang tersebut, karena korban pernah menjadi membership di Hotel Indonesia langsung untuk mencari tahu.

“Saya hanya tahu data orang Jepang itu saja. Karena pada awal 2014, orang Jepang tersebut pernah menginap di Hotel Indonesia,” ujarnya.

Karena tahu data-data calon korban, akhirnya mencari data membership hotel tersebut dengan mencuri. kemudian berinisiatif memalsukan data-data korban, KTP, kartu kredit milik Mathius dengan cara discan. Selain itu, ia juga membuat email palsu atasnama mathiuskakumoto@gmail.com yang digunakan untuk memboking kamar hotel melalui website www.boking.com.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin mengatakan pelaku ini melakukan kejahatan model menginap hotel dengan pembobolan kartu kredit. Hal itu dilakukan sudah tiga kali.

“Dia (Tersangka-Red) sudah beraksi tiga kali dengan modus yang sama. Tiga Hotel itu antara lain Oak Tree Semarang, di Hotel Lor INN Solo pada Juni 2015, Hotel Heritage Yogyakarta pada Mei, Hotel 101 Bandung pada bulan Juni 2015,” terangnya.

Tersangka cek in di Hotel Oak Tree Semarang sejak tanggal 13-14 Mei 2015. Awalnya pesan dua hari, namun selanjutnya diperpanjang hingga tanggal 25 Mei. Pertama kali, pelaku memesan dengan atas nama Mathius Kakumoto melalui situs online di www.boking.com.

Melalui telepon, Mathius (aslinya yang menelepon adalah tersangka, Red) menjelaskan bahwa akan ada seorang tamu bernama Rahardian Bimantoro yang hendak menginap di Hotel Oak Tree. Mathius mengaku yang akan membayar biaya penginapan hotel menggunakan kartu kredit. Saat itu, Martino menyertakan foto copy KTP dan foto copy kartu kredit visa atas nama Mathius Kakumoto (identitas palsu). Belakangan baru diketahui bahwa berkas identitas foto copy KTP dan  foto copy kartu kredit visa tersebut dipalsukan oleh Martino.

Pihak pelapor Hotel Oak Tree curiga setelah mendapat penjelasan dari BCA melalui email bahwa ada kejanggalan saat proses transaksi, bahwa transaksi bukan dilakukan oleh pemilik rekening asli.

“Jadi ketahuannya setelah dijebak dan minggu, 6 Juni 2015, pukul 06.00 diketahui bahwa mencuri sejumlah barang-barang fasilitas milik Hotel Oak Tree,”tandasnya.

Dari tangan tersangka petugas mengamankan barang bukti yang disita masing-masing 1 laptop merek Sony Vaio, 1 handphone Nokia, 1 handphone Asus, 1 mobil Toyota Camry, 1 sugar box, hair dryer, 2 gelas kopi, 1 speaker dan Ipod Dock, 2 jam digital, 1 telepon toilet, 2 pasang bakiak hotel, 1 kimono, 1 bath towel, 1 hand bath bag, 2 stick, 1 bath tawel, 1 hand towel, 1 napkin, 1 sugar box, 1 aminities bag.

Atas perbuatannya tersangka kami jerat menggunakan pasal ITE pasal 51 ayat 1 junto pasal 35 UU ITE, nomor 11 tahun 2008 dan pasal 362 KUHP terkait pencurian barang-barang hotel.(BJ04)