Home Headline Pelaku Pembacokan Siswa Madrasah Ibtidaiyah Tertangkap

Pelaku Pembacokan Siswa Madrasah Ibtidaiyah Tertangkap

Pelaku pembacokkan terhadap siswa madrasah ibtidaiyah diamankan polisi

Pelaku pembacokkan terhadap siswa madrasah ibtidaiyah diamankan polisi

Jepara, 11/4 (beritajateng.net) – Petugas Polsek Batealit akhirnya berhasil menangkap pelaku pembacokan terhadap Baharudin Rohman (6) siswa kelas 1 MIN (Madrasah Ibtidaiyah Negeri) Bawu. Pelaku diketahui bernama Dwi Santoso (33) warga Kecapi.

Pelaku ditangkap di rumahnya setelah beberapa jam ditunggu petugas petugas. Kapolsek Batealit Akp. Hendro Astro menjelaskan, saat dilakukan penangkapan pelaku hanya pasrah tanpa melakukan perlawanan.

“Saya bersama anggota sempat melakukan pencarian ke beberapa tempat, namun akhirnya kami putuskan untuk menyanggong di rumahnya,” jelas Hendro.

Saat dilakukan penangkapan, polisi hanya mendapati senanpan angin, sedangkan pisau yang digunakan untuk membacok korban telah dibuang. Oleh petugas, pelaku lantas digelandang ke Mapolsek Batealit.

“Kami coba tanyakan dimana tempat pisau dibuang, namun pelaku sulit mengingatnya,” kata Hendro.

Saat dimintai keterangan polisi, raut wajah tersangka seperti tanpa penyesalan. Pelaku justru sering tersenyum tanpa beban.

Menurut pengakuan pelaku, aksi pembacokan tersebut dia lakukan karena menyimpan rasa dendam kepada Banjar orang tua korban. Kepada polisi pelaku menuturkan, dendam tersebut muncul lantaran orang tua korban sempat mengancam akan membunuhnya.

“Terus terang saya dendam kepada orang tua anak itu. Saya sempat diancam akan dibunuh. Makanya dendam saya lampiaskan kepada anaknya,” kata Dwi.

Belakangan pelaku diketahui mengalami gangguan mental. Sebelumnya pelaku sempat diobatkan ke Banjar orang tua korban, yang katanya memiliki keahlian dalam hal pengobatan alternatif.

“Pelaku ini memiliki gangguan mental. Pelaku sempat diobatkan di tempat ayah korban,” tambah Hendro.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sekolah MIN Bawu sempat menjadi sasaran kebrutalan Dwi Santoso saat jam pelajaran berlangsung, Jumat Pagi. Seorang siswa kelas 1B bernama Baharudin dan seorang guru Wiwik Arlinsyah menderita luka akibat sabetan pisau pelaku. (BJ18)