Home Headline Pelaksanaan Pilkada di Jateng Dinilai Belum Akses Pada Penyandang Disabilitas

Pelaksanaan Pilkada di Jateng Dinilai Belum Akses Pada Penyandang Disabilitas

569
Suyatno, penyandang Tuna Daksa

Semarang, 24/7 (Beritajateng.net) – Menjelang digelarnya Pemilihan Gubernur Jawa Tengah pada Juni 2018 mendatang, penyandang Disabilitas memiliki harapan agar pelaksanaannya lebih baik dan akses bagi mereka. Selama ini mereka merasakan pelaksanaannya belum berpihak pada penyandang disabilitas.

Salah seorang penyandang disabilitas Suyatno mengemukakan, salah satu tahapan pilkada yang paling krusial yakni pencoblosan yang dilaksanakan di tempat pemungutan suara (TPS) masih banyak yang belum akses, terutama pada tuna netra sedangkan untuk disabilitas yang lain pada umumnya sudah baik.

“Kalau untuk tuna netra sangat belum akses mengingat tidak ada fasilitas huruf braille pada kartu pemungutan suara,” ungkapnya.

Dengan tidak tersedianya huruf Braille di setiap TPS menjadikan penyandang Tuna Netra tidak dapat menggunakan hak pilihnya dengan baik, seandainya dipaksakan harus dibantu orang lain yang pilihannya belum tentu sesuai dengan pilihan sesungguhnya.

“Pendamping tuna netra belum tentu melakukan pencoblosan sesuai pilihan tuna netra. Pendeknya obyektifitasnya diragukan,” katanya.

Suyatno yang merupakan penyandang tuna daksa ini biasanya melakukan pencoblosan di TPS 9 Kelurahan Pudak Payung. Di TPS tersebut bangunan TPS menurut dia sudah akses bagi dirinya. Namun bagi penyandang tuna netra tetap tidak akses karena tidak tersedia kartu suara dengan huruf Braille.

Suyatno menambahkan, pendataan pemilih yang ada di TPS 9 yang ada di wilayahnya belum dilakukan dengan lengkap terutama data kaum disabilitasnya. Hal ini menjadikan fasilitas terhadap kaum disabilitas tidak lengkap di banyak TPS.

Sementara itu Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah Diana Ariyanti berjanji untuk melengkapi fasilitas bagi penyandang disabilitas terutama huruf Braille pada setiap TPS pada pelaksanaan Pilkada 2018 mendatang.

“Selain huruf Braille kami juga sediakan formulir C3, formulir ini wajib ditandatangani oleh pendamping penyandang disabilitas di setiap TPS,” katanya.

Diana mensinyalir selama ini database tentang penyandang Disabilitas di Jawa Tengah tidak lengkap, hal inilah yang menjadi penghambat penyediaan fasilitas bagi mereka.

(NK)