Home Headline Pelajar SMA Merampok Sepeda Motor

Pelajar SMA Merampok Sepeda Motor

Tersangka perampasan motor bersama petugas

Tersangka perampasan motor bersama petugas

Kudus, 6/2 (BeritaJateng.net) – Dunia pendidikan kembali tercoreng. Seorang siswa yang masih duduk kelas 1 SMK swasta di Kudus, terlibat perampasan sepeda motor disertai pembacokan hingga korbannya mengalami luka berat.

Adalah KL (16) tinggal bersama orang tuanya di Desa Klaling, Kecamatan Jekulo Kudus yang membantu saudara sepupunya Hermanto (25) alias Parjo, alias Sengkreng melakukan tindak pidana merampas motor disertai pembacokan terhadap Dwi Ardiyanto (21) warga Desa Pedawang RT 01/ RW 02, Kecamatan Bae, Kudus. Akibat perbuatannya tersebut, korban menglami luka parah dan kehilangan sepeda motor Yamaha Mio J bernomor K6303 ST.

Kapolres Kudus AKBP Bambang Murdoko melalui Kapolsek Jekulo AKP Mardi Susanto kepada Beritajateng.net mengatakan, kejahatan yang dilakukan dua pemuda masih ada hubungan saudara ini terjadi pada Minggu (18/1) sekitar pukul 01.00 WIB. Sedangkan korban yang mengalami luka bacokan dan dibuang di persawahan, ditemukan warga dua jam kemudian atau pukul 03.00 WIB.

”Korban ditemukan sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian. Dibuang di persawahan dalam kondisi dibungkus karung plastik,” jelasnya, Jumat (6/2).

Beruntung, lanjutnya, saat ditemukan korban masih dalam kondisi hidup dan langsung dilarikan ke RSU Sosrokartono Kudus. Hasil pemeriksaan, korban mengalami luka bacokan pada pelipis, dahi, pipi, lengan, dan pergelangan tangan kiri hingga nadinya putus.

Sementara itu menurut pengakuan Hermanto, antara dirinya dengan korban sudah saling kenal saat sama-sama bekerja di pabrik kertas Mekar Jaya di Jalan Lingkar Panjang, Kecamatan Bae Kudus. Saat masih bekerja tersebut, korban sering diejek dan hal tersebut membuatnya sakit hati.

”Saya memang sakit hati dan pembunuhan itu sudah saya rencanakan. Saya memang dendam karena sering diejek,” aku Hermanto.

Sebelum kejadian, lanjutnya, korban dihubungi melalui telepon untuk datang ke rumahnya. Tanpa menaruh curiga, korban datang seorang diri mengendarai sepeda motor kemudian diajak pelaku minum minuman keras ditemani keponakannya KL.

Saat korban dalam kondisi setengah mabuk, Hermanto mendekatinya lalu membacok kepalanya menggunakan golok yang sudah dipersiapkan sedang KL menimpalinya membacok menggunakan pisau dapur. Setelah korban tidak berdaya dan dikira sudah meninggal, tubuhnya dimasukkan dalam karung plastik lalu dibuang ke areal persawahan.

”Saya mengira saat itu dia (korban) sudah meninggal karena sudah tidak bergerak. Lalu saya masukkan dalam karung plastik dibantu KL kemudian kita buang bersama di sawah,” tegasnya.

Sementara sepeda motor korban oleh Hermanto dijual kepada seseorang di daerah Demak seharga Rp 1,1 juta. Menurut pengakuannya, uang tersebut habis untuk perjalanan mencari pekerjaan.

”Saya sempat pergi ke Solo, Semarang, Klaten, Purwodadi, dan Demak mencari pekerjaan dengan menumpang angkutan umum. Uang hasil menjual sepeda motor saya bawa semua dan KL tidak saya kasih sedikitpun,” ungkapnya.

Petugas reskrim Polsek Jekulo berhasil menangkap Hermanto di Desa Undaan Lor Gang 17, Kecamatan Undaan pada Rabu (4/1) sedang KL ditangkap di rumahnya. Barang bukti yang disita diantaranya karung plastik, tali, pisau dapur, gagang golok, dan sepeda motor Honda Vario bernomor K 5228 LR yang digunakan pelaku membuang korban.

”Pengakuan pelaku, golok yang digunakan kejahatan dibuang ke sawah dan sampai sekarang masih dalam pencarian. Yang sudah ditemukan baru gagangnya tetapi anggota kami baru bisa menemukan gagangnya saja,” tandas Kapolsek.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat melanggar pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban luka berat. Jika terbukti, pelaku diancam pidana penjara maksimal 12 tahun. (BJ12)

Advertisements