Home Headline Pekerja Bongkar Muat Barang Tewas Digilas Bus

Pekerja Bongkar Muat Barang Tewas Digilas Bus

Petugas menunjukkan bus yang menggilas pekerja bongkar muat barang

Petugas menunjukkan bus yang menggilas pekerja bongkar muat barang

Kudus, 27/3 (BeritaJateng.net) – Muhammad Ilyas (26) warga Desa Mijen RT 08/ RW 01, Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, bernasib nahas. Pasalnya, bapak satu anak yang masih berusia 2 bulan ini, meninggal setelah tubuhnya digilas roda belakang Bus Patas Indonesia jurusan Surabaya-Semarang.

Kasatlantas Polres Kudus AKP Billy Hildiarso dihubungi BeritaJateng.net membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia bermula dari kurang hati-hatinya pengendara sepeda motor.

”Sebelum kejadian, korban dan tiga teman kerjanya sedang menurunkan paket untuk dibawa ke rumah pedagang kain sarung di Desa Mlati Lor, Kecamatan Kota Kudus,” terangnya, Jumat (27/3).

Untuk mempermudah pemindahan barang dari truk ke rumah yang berada dalam gang, lanjutnya, korban dan tiga temannya menggunakan gerobak kecil. Hanya saja, agar pekerjaannya cepat selesai dan menghemat tenaga, ke empat pekerja tidak menarik gerobak secara manual tetapi menggunakan sepeda motor.

”Dua orang berada diatas motor, satu mengemudi yang satu menghadap ke belakang memegangi tarikan gerobag. Sementara dua pekerja yang lain salah satunya korban mendorong dari belakang,” katanya.

Ketika gerobag hendak masuk ke dalam gang yang jalannya sedikit naik, masih kata Kasatlantas, korban yang mendorong di belakang sebelah kanan tiba-tiba dari arah selatan (belakang) melaju sepeda motor Honda Supra K 5457 UT yang dikemudikan Agus Priyadi (25) warga Desa Kandangmas RT RT 05/ RW 06, Kecamatan Dawe Kudus. Karena kurang hati-hati, sepeda motor menabrak korban.

”Akibat ditabrak sepeda motor yang melaju dari arah belakang korban, tubuh korban tersungkur ke kanan atau ke tengah Jalan HOS Cokroaminoto,” imbuhnya.

Naas, terangnya, dari arah utara melaju bus patas antar kota antar propinsi (AKAP) jurusan Surabaya-Semarang. Karena jarak bus dengan tubuh korban ketika tersungkur sangat dekat, sopir bus Suprapto (46) asal Kelurahan Kadipaten RT 01/ RW 01, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo Jawa Timur tidak mampu menghindar.

Keterangan Kasatlantas sama dengan penuturan salah satu saksi mata yang malam itu melihat kejadian tersebut. Menurut Santi (26) warga Gang Slamet, Desa Mlati Lor kejadian tersebut memang tidak diduga sebelumnya. Kegiatan menurunkan paket dagangan milik tetangganya memang sudah lama dilakukan dan selalu pada malam hari.

”Melihat posisi korban, sebenarnya bis sudah berusaha menghindar dengan membanting stir ke kiri. Tetapi karena jaraknya sangat dekat, korban terhindar dari roda depan tetapi tidak bisa terhindar dari roda belakang,” tuturnya.

Untuk penyelidikan kasus tersebut, pengemudi bus dan pengendara sepeda motor masih dimintai keterangan di Unit Laka Satlantas Polres Kudus. (BJ12)