Home Ekbis Pegiat Seni Khawatirkan Dampak Trans Studio Semarang

Pegiat Seni Khawatirkan Dampak Trans Studio Semarang

trans studio-2

Semarang, 6/3 (BeritaJateng.net) – Berbagai kekhawatiran muncul dari pegiat seni, khususnya yang berkreativitas di kawasan Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Jalan Sriwijaya No. 29 Kota Semarang terkait rencana pembangunan Trans Studio Semarang.

Mendengar adanya penandatanganan MoU yang telah dilakukan antara Pemerintah Kota Semarang dengan PT. Trans Ritel Properti selaku investor pada Jumat (6/3).

Ketua dewan kesenian Kota Semarang (Dekase) Mulyo Hadi merasa khawatir apabila nantinya kegiatan kesenian di Taman Budaya Radeh Saleh (TBRS) akan tersaingi.

Menurutnya, minat masyarakat jelas nantinya lebih tertarik untuk mengunjungi wahana wisata dan permainan yang disediakan Trans Studio.

“Sekarang saja bisa dihitung warga Semarang yang nonton wayang kulit atau kegiatan seni lainnya di TBRS. Apalagi nanti di bangun Trans Studio. Kami khawatir para seniman dan industri kreatif tidak terakomodir dengan baik. Terus mau dibawa kemana lagi mereka?,” ujarnya.

Pihaknya meminta adanya sinergi untuk saling mengisi antara pelaku dan kegiatan seni yang terwadahi dalam dekase dan keberadaan Trans Studio Semarang.

Selain masalah tersebut, Mulyo Hadi menambahkan, akses jalan dan lahan yang sempit dikhawatirkan akan menimbulkan kemacetan.

“Akses masuknya saja sempit. Belum lagi nanti untuk parkirnya. Makanya pada saat kami diundang Pemkot guna membahas rencana pembangunan Trans Studio, kami menyarankan lebih baik di bangun di wilayah pinggiran saja,” katanya menyarankan.

Daerah Ngaliyan atau Penggaron kata dia, lebih cocok untuk lokasi Trans Studio. Karena menurutnya, meskipun jauh dari pusat kota, wahana wisata dan permainan sekelas Trans Studio bakalan ramai pengunjung.

“Trans kan sudah terkenal jadi gak perlu khawatir sepi. Dimanapun dibangun pasti diserbu banyak pengunjung,” tukasnya. (Bj05