Home News Update Pedagang PKL Sunday Market “Grudug” Balaikota Solo

Pedagang PKL Sunday Market “Grudug” Balaikota Solo

SOLO, 25/7 (BeritaJateng.net) – Perwakilan dari pedagang Puluhan pedagang kaki lima (PKL) Sunday Market Manahan datang ke Balaikota Solo untuk bertemu dengan Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo dan meminta kejelasan terkait nasib para pedagang yang menggelar daganganya di sekitar stadion Manahan setiap hari Minggu pagi.

Namun harapan tersebut musnah karena Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo tidak ada ditempat. Kedatangan mereka hanya diterima oleh Kepala Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Subagiyo didampingi Kabid Lalu Lintas Dishubkominfo Sri Baskoro dan perwakilan Satpol PP.

Ketua Serikat Pedagang Minggu Pagi Manahan (SPMPM), Joko Santoso alias Yuli De Santos mengatakan kedatangan mereka untuk meminta kawaban bagaimana nasib pedagang ke depannya.

“Tujuan kami kesini karena ingin ketemu Pak Walikota terkait nasib pedagang Sunday Market. Ada beberapa tuntutan yang ingin kami sampaikan,” jelasnya Senin (25/7/2016).

Salah satunya meminta Pemkot agar merevisi ulang kebijakan yang harus meliburkan PKL Sunday Market selama lima Minggu mulai dari Minggu (17/7) hingga Minggu (14/7) terkait akan digunakannya Stadion Manahan sebagai lokasi kegiatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) berlangsung 10-13 Agustus.

“Kita minta kebijakan di fikirkan kembali karena mayoritas pedagang Sunday Market pendapatannya banyak bergantung dari situ,” lanjut Yuli.

Sementara itu Kepala DPP Subagiyo menyampaikan keputusan walikota Solo untuk sementar PKL Sunday Market Manahan harus diliburkan sementara karena lokasi tersebut akan digunakan sebagai pusat Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) berlangsung 10-13 Agustus.

Ditemui terpisah pembina Foksri, Kusuma Putra menyatakan pihaknya sepakat dengan tuntutan pedagang Sunday Market, yang ingin menanyakan kejelasan nasib mereka kepada Walikota Solo dan para anggota dewan.

“Dengan begitu pedagang tidak khawatir dengan nasib mereka. Padahal ribuan PKL Sunday mampu menghidupi keluarganya dengan menggantungkan hidup dari berjualan di Sunday Market,” papar Kusumo.

Andaikata Sunday Market dikelola dengan baik mampu mampu menjadi destinasi wisata, bahkan menjadi salah salah satu icon belanja baru kota Solo. Yang berimbas pada peningkatan ekonomi kreatif kerakyatan.

“Bahkan Sunday Market juga bisa menyumbang pendapatan asli daerah dari sektor retribusi dan pariwisata,” pungkas Kusumo. (Bj24).