Home Lintas Jateng Pedagang Pasar Turi Ancam Somasi Pemkot Surabaya

Pedagang Pasar Turi Ancam Somasi Pemkot Surabaya

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Surabaya, 25/1 (Beritajateng.net) – Gerakan Pedagang Pasar Turi Korban Kebakaran (GPPSKK) mengancam akan melayangkan somasi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya jika tidak kunjung menegur investor Pasar Turi yang baru, yakni PT Gala Bumi Perkasa.

“Janjinya ‘kan seminggu akan melayangkan somasi ke investor. Tapi sampai sekarang kok belum ada kabar somasi itu dilayangkan. Kalau seperti ini, kami yang akan somasi Pemkot,” kata anggota GPPSKK, H Syukur kepada wartawan di Surabaya, Minggu.

Pemkot Surabaya menyatakan, pihaknya akan melayangkan somasi ke PT Gala Bumi Perkasa Pada Kamis (15/1) lalu. Hal ini karena pengembang Pasar Turi baru itu tak kunjung merampungkan pembangunan bekas pusat grosir terbesar di Indonesia timur tersebut.

Padahal, dalam perjanjian kerja sama dengan Pemkot, perusahaan milik Henry J Gunawan itu siap menuntaskan pembangunan pada 14 Februari 2014 lalu. Sayangnya, hingga saat ini pembangunan tak juga selesai.

Diketahui masih banyak stan yang belum selesai dikerjakan. Total ada sebanyak 6.500 stan dan akan berdiri di atas bangunan setinggi delapan lantai itu.

Tak hanya somasi, kata dia, GPPSKK juga akan melaporkan Pemkot Surabaya ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dengan dalih penyalahgunaan wewenang. Kontribusi PT Gala Bumi Perkasa ke Pemkot Surabaya dianggap terlalu kecil karena dalam kerja sama yang bersifat “Build Operation Transfer” (BOT) selama 25 tahun tersebut, investor hanya berkontribusi sebesar Rp30 miliar.

Jumlah itu selama masa perjanjian. Padahal, lahan di Pasar Turi tahap 3, yang juga kerja sama dengan sistem BOT dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI), kontribusi investor sebesar Rp400 miliar.

“Kami akan pelajari dulu untuk melayangkan gugatan ke PTUN. Inikan pidana karena menyalahgunakan kewenangan,” kata Syukur.

Sementara itu, kuasa hukum GPPSKK, I Wayan Titib Sulaksana menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan mengerahkan pedagang Pasar Turi korban kebakaran untuk berunjuk rasa ke Pemkot Surabaya.

Tujuannya, kata dia, untuk mendesak agar Tri Rismaharini, untuk segera melayangkan somasi ke PT Gala Bumi Perkasa. Pihaknya meminta Risma tegas dalam menyikapi persoalan Pasar Turi sebab yang menjadi korban adalah pedagang yang sudah tidak bisa berdagang selama tujuh tahun.

“Saya ini heran pada Risma, waktu kami datangi untuk mengadu soal Pasar Turi, bawaannya emosi terus. Saya juga awalnya tidak diperkenankan masuk ikut rapat. Korban Air Asia, dia (Risma) tungguin terus berhari-hari. Ini korban kebakaran Pasar Turi, dibiarkan saja,” katanya.

Sekretaris Kota Surabaya Hendro Gunawan sebelumnya mengaku Pemkot Surabaya akan mengeluarkan somasi kepada invesor. Untuk menyusun format somasi ini, Pemkot akan berkomunikasi dengan Peradi, Kejaksaan dan Kepolisian.

Tentu saja, somasi baru dilakukan jika dalam jangka waktu tertentu, adendum yang diajukan pemkot tidak mendapat jawaban dari investor. “Kalau tidak dilakukan adendum, maka pemkot siap melakukan langkah somasi,” tegasnya.

Pemkot Surabaya telah mengajukan adendum kepada PT Gala Bumi Perkasa terkait perjanjian pembangunan dan pengelolaan Pasar Turi. Namun hingga kini, investor belum memberikan jawaban.

Adendum tersebut diajukan karena dalam perjanjian antara Pemkot Surabaya dengan PT GBP dalam pembangunan dan pengelolaan Pasar Turi, banyak terdapat kelemahan, di antaranya pemkot tidak memiliki kewenangan sama sekali dalam Pasar Turi.

Akibatnya, investor bisa seenaknya sendiri membebani biaya yang cukup banyak kepada para pedagang.(ant/bj02)

Advertisements