Home Lintas Jateng Pedagang Pasar Klewer Jualan di Atas Mobil

Pedagang Pasar Klewer Jualan di Atas Mobil

Solo, 6/1 (BeritaJateng.net) – Pasca terbakarnya pasar Klewer yang merupakan pasar batik terbesar para pedagang nampak mulai beraktifitas kembali.

Namun bukan di lokasi pasar yang telah hangus di lalap si jago merah. Mereka memilih berjualan di sekitar lokasi parkir Masjid Agung Solo. Bahkan sampai di samping Masjid juga dipenuhi pedagang yang berjualan di dalam mobil.

Beragam dagangan digelar di dalam mobil yang bagasinya dibuka dan digunakan untuk menggantung dan memajang barang dagangan. Mulai dari baju batik beraneka ragam, sprei, tas, bahkan juga beragam jenis kain.

Menurut Wati salah satu pedagang yang kiosnya ikut hangus terbakar mengaku sudah sejak empat hari lalu berjualan dengan menggunakan mobil terbuka.

Alasannya dirinya tidak bisa berlama-lama menganggur. Bagaimanapun kehidupan keluarga dan dua karyawanya bergantung dari penghasilan berjualan kios di Pasar Klewer.

“Banyak perut yang bergantung pada jualan batik ini,” jelas Wati di lokasi jualan di area parkir Masjid Agung, Selasa.

Wati juga menyebutkan dengan membayar Rp. 10.000 perhari, dirinya bisa berjualan di lokasi tersebut sampai sore hari.

Dengan dibantu dua karyawannya Wati mulai berjualan dari jam 8.00 WIB – 16.00 WIB.

Wati juga mengaku omzet perhari yang diterimanya saat ini jauh berbeda, merosot jauh tidak seperti saat berjualan di kios Pasar Klewer.

Wati juga merasa bersyukur mesti, barang daganannya ludes, namun di rumah masih menyimpan beberapa stok barang.

Untungnya lagi pembeli langganannya tidak kabur, dan minta pengiriman barang melalui paket.

Wening salah satu penjual tas, juga mengaku saat ini dirinya juga melakukan hal yang sama dengan pedagang lainnya. Yakni berjualan di lokasi depan mesjid Agung.

Saat kebakaran kios Wening berada di los paling belakang, sehingga masih ada waktu untuk menyelamatkan tas dagangannya.

Sambil menunggu pasar darurat di bangun Wening bersama puluhan pedagang lain juga berjualan dengan menggunakan mobil sebagai lapak dagangannya.

“Untuk mempermudah bertemu dengan langgan untuk kulakan tas. Pasalnya kalau ada pesanan dari ‘bakul’ (pembeli) jika saya harus mengantar repot juga.

Soalnya rumahnya jauh-jauh. Jadi lebih enak ketemu di sini,” terangnya panjang lebar.

Kebanyakan pembeli di Pasar Klewer memang berasal dari luar kota Solo. Mereka kulakan untuk kemudian dijual kembali di kota asalnya.

Sementara itu Pemkot Solo sendiri rencananya akan menyiapkan sekitar 11 pasar tradisional di Solo 315 kios, yang sedianya akan menampung para pedagang Pasar Klewer untuk sementara waktu sambil menunggu pembangunan pasar Klewer selesai.

Sekitar 315 kios yang ditawarkan untuk para pedagang Klewer itu berada di pasar Pucang sawit, pasar Panggung Rejo, pasar Ngarso Puro, pasar Legi, pasar Harjo Daksino, pasar Nusukan, pasar Kleco, pasar Kembang, pasar Kadi Polo dan pasar Kliwonan. (BJ24)

Advertisements