Home Lintas Jateng Pedagang Johar Pertanyakan Bantuan Modal Dari Bank Jateng

Pedagang Johar Pertanyakan Bantuan Modal Dari Bank Jateng

Walikota Semarang Hendrar Prihadi berbincang dengan Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno.
Walikota Semarang Hendrar Prihadi berbincang dengan Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno.
Walikota Semarang Hendrar Prihadi berbincang dengan Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno.

Semarang, 28/5 (BeritaJateng.net) – Para pedagang Pasar Johar Semarang mempertanyakan bantuan modal yang pernah dijanjikan Bank Jateng dari dana CSR (corporate social responsibility) sebesar Rp. 3 juta per pedagang.

“Belum ada pedagang yang menerima bantuan modal itu. Kalau tidak salah setiap pedagang Rp3 juta,” kata Ketua Persatuan Pedagang dan Jasa (PPJ) Sabar Menanti Pasar Johar Muchlisan di Semarang.

Pria yang akrab disapa Robert itu mengaku sudah cukup lama mendengar rencana pemberian bantuan modal yang diambilkan dari dana CSR dari berbagai media, namun sampai sekarang ini belum ada realisasi.

Menurut dia, para pedagang Pasar Johar sekarang ini sangat membutuhkan bantuan permodalan untuk melanjutkan usahanya yang harus terhenti karena kebakaran, terutama untuk membuka lapak darurat.

“Pedagang yang menjadi korban kebakaran ini kan modalnya sudah habis, dagangan habis. Padahal, mayoritas meminjam pada bank. Makanya, kami sangat mengharapkan bantuan modal itu segera cair,” katanya.

Ia mengatakan beberapa pedagang sudah mulai membangun lapak-lapak darurat secara swadaya karena ingin segera melanjutkan usaha, sebab kalau menunggu sampai bantuan cair tentunya membutuhkan waktu lama.

“Kalau bantuan modal itu belum ada pedagang yang dapat. Bantuan yang sudah ada, ya, terpal berukuran 4×6 meter sebanyak 250 lembar dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),” katanya.

Ketua Kelompok Pedagang Pasar Johar Utara Bawah Arifin membenarkan belum turunnya bantuan modal yang dijanjikan Bank Jateng, padahal para pedagang sekarang ini sangat membutuhkan modal.

“Saya sudah dengar mau ada bantuan modal, namun sampai sekarang belum ada yang dapat (cair, red.). Kami sangat mengharapkan. Kalau memang ada, ya, semoga bisa segera dicairkan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang Supriyadi mengatakan siap menampung aspirasi pedagang, termasuk bantuan modal Rp3 juta/pedagang yang pernah dijanjikan.

“Ada pedagang menanyakan bagaimana dengan bantuan modal. Kami akan mengomunikasikan dengan Pemerintah Kota Semarang dan Bank Jateng untuk segera merealisasikan pemberian bantuan modal itu,” katanya.

Politikus PDI Perjuangan itu mengingatkan para pedagang sekarang ini sangat membutuhkan bantuan modal untuk segera melanjutkan usahanya sehingga bantuan modal bisa dicairkan secepatnya.

“Sekarang ini kan mereka lagi butuh-butuhnya modal untuk membuka lapak kembali. Tentunya, kan membutuhkan modal yang tidak kecil makanya mereka sangat membutuhkan bantuan modal,” katanya. (Bj05)