Home Lintas Jateng Pecinta Burung? Nih Ada Pameran Sangkar Burung

Pecinta Burung? Nih Ada Pameran Sangkar Burung

image
(Foto: bantulkab.go.id)

Kudus, 30/11 (Beritajateng.net) – Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, melalui Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar akan menggelar pameran produk kerajinan sangkar burung di Museum Kretek Kudus pada 13-14 Desember 2014.

Menurut Pelaksana tugas Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Kudus Sudiharti melalui Kabid Promosi dan Perlindungan Konsumen Arif Budiyanto di Kudus, Minggu, pameran sangkar burung tersebut merupakan yang pertama kali digelar.

Untuk menarik minat pengunjung, kata dia, juga akan digelar lomba burung berkicau tingkat nasional pada 14 Desember 2014 di lokasi pameran.

Dengan adanya pameran tersebut, dia berharap banyak masyarakat yang akan semakin mengetahui keberadaan sentra kerajinan sangkar burung di Kudus.

“Jika sudah banyak yang kenal, diharapkan pesanan akan semakin meningkat sehingga bisa berkembang seperti halnya di daerah lain yang mampu menghasilkan sangkar burung berkualitas dengan harga yang cukup mahal,” ujarnya.

Selama ini, lanjut dia, harga jual sangkar burung di Kudus masih terbatas untuk harga murah dengan desain yang cukup standar sehingga belum ada variasi desain yang unik dan khas.

“Jika nantinya menjadi agenda rutin, tentunya perajin sangkar burung di Kudus akan tertarik menampilkan desain baru sehingga tidak monoton,” ujarnya.

Jumlah gerai yang disediakan, kata dia, sebanyak 20 gerai.

Masing-masing perajin sangkar burung, katanya, sudah diminta mempersiapkan diri untuk mengikuti pameran tersebut.

Terkait dengan lomba burung berkicau, terdapat empat kelas, yakni kelas Pasar Kliwon, kelas Pasar Bitingan, kelas Pasar Jember, Kelas UMKM.

Adapun burung yang dilombakan, yakni murai batu, kacer, love bird, cucak ijo, pentet, cucak jenggot, kenari, pleci dan ciblek.

Hadiah untuk pemenang lomba antara Rp4 juta hingga Rp100 ribu ditambah trofi dan piagam.

Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kudus Bambang Tri Waluyo melalui Kabid UMKM Abi Wibowo menambahkan, perhatian pemerintah terhadap pengrajin sangkar burung selama ini lewat bantuan peralatan, seperti mesin pembuat ruji sangkar.

Terkait desain sangkar burung, kata dia, sejauh ini memang perlu dikembangkan.

“Hanya saja, biasanya hal itu terkait dengan dukungan permodalan,” ujarnya.

Kerajinan sangkar burung di Kudus, kata dia, tidak hanya didominasi di Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kudus, karena daerah lain juga ada pengrajin serupa seperti di Desa Getas dan Loram Wetan (Kecamatan Jati) serta Desa Jepang (Kecamatan Mejobo).

Jumlah perajin terbanyak, kata dia, memang ada di Desa Megawon mencapai 232 pengrajin, sedangkan di Desa Getas hanya empat pengrajin dan Loram Wetan tiga pengrajin, serta Jepang sebanyak 57 pengrajin.(ant/pj)