Home Lintas Jateng PDIP Jateng Prioritaskan Kader Internal Dalam Pilkada

PDIP Jateng Prioritaskan Kader Internal Dalam Pilkada

Heru Sudjatmoko
Heru Sudjatmoko
Heru Sudjatmoko

Purbalingga, 3/12 (BeritaJateng.Net) – Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Provinsi Jawa Tengah memrioritaskan kader internal untuk diusung dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) yang akan digelar di 17 kabupaten/kota pada tahun 2015.

“Kami memrioritaskan kader internal namun tentu ada syaratnya. Yang pasti kader tersebut bila diusung oleh PDIP dijamin mendapatkan dukungan dan bisa menang di pilkada,” kata Ketua DPD PDIP Jateng Heru Sudjatmoko, di Purbalingga, Rabu.

Heru mengatakan hal itu kepada wartawan saat menghadiri Rapat Koordinasi Cabang Dewan Pimpinan Cabang PDIP Purbalingga di Sekretariat DPC PDIP Purbalingga.

Menurut dia, kader internal yang akan diusung PDIP dalam pilkada itu harus memiliki kapasitas dan kapabilitas yang bisa diandalkan.

Akan tetapi jika tidak ada kader internal yang mumpuni, kata dia, pihaknya akan mencoba mencari kader eksternal.

Kendati demikian, dia mengatakan bahwa ada persyaratan yang harus dipenuhi oleh kader eksternal jika ingin diusung oleh PDIP, antara lain memiliki platform dan ideologi yang sama dengan PDIP.

“Kader eksternal itu juga harus loyal. Artinya, jangan menganggap parpol hanya sebagai kendaraan saat mau maju dalam pilkada saja, dia harus tetap berkomitmen kepada partai,” katanya.

Lebih lanjut, Heru mengatakan bahwa mekanisme penjaringan nama-nama bakal calon bupati atau wali kota baru akan dilakukan apabila jadwal pilkada sudah ada kepastian.

Kendati berharap pilkada dilaksanakan secara langsung agar rakyat memiliki hak suara untuk memilih, dia mengatakan bahwa pihaknya tetap siap melaksanakan pilkada meskipun tidak langsung atau melalui mekanisme DPRD.

“Kita harus siap untuk pilkada langsung atau tidak langsung. Namun kami berharap pilkada dilaksanakan secara langsung,” kata mantan Bupati Purbalingga itu.

Menurut dia, pilkada langsung lebih ideal karena calon yang menang tidak akan melupakan rakyat yang memilihnya.

Akan tetapi jika pilkada tidak secara langsung, kata dia, calon yang menang dikhawatirkan hanya berkomitmen pada kelompok tertentu. (ant/pri)

Advertisements