Home Ekbis Pasokan Sudah Ditambah, LPG Melon Menghilang di Banyumas

Pasokan Sudah Ditambah, LPG Melon Menghilang di Banyumas

image

Banyumas, 23/6 (BeritaJateng.net) – Meskipun pasokan elpiji 3 kilogram (elpiji melon) untuk wilayah Kabupaten Banyumas (Jateng) sudah ditambah 150 persen, namun fakta dilapangan masyarakat masih kesulitan mendapatkan elpiji subsidi tersebut. Bahkan sejumlah pengecer kehabisan stok dan pembeli elpiji harus mengantri sampai 2-3 hari.
 
Salah satu pengecer di Desa Pekuncen, Kecamatan Pekuncen, Lilik Dharmawan, Selasa (23/6) mengatakan, sejak masuk bulan puasa pasokan elpiji 3 kilogram justru berkurang. Jika pada hari sebelumnya, ia mendapat pasokan antara 10-15 tabung per hari, sejak puasa justru hanya mendapat pasokan 8 tabung. Itupun tidak setiap hari ia peroleh dari pangkalan di Desa Pasiraman kidul.
 
“Pembeli elpiji 3 kilogram sampai harus inden terlebih dahulu dan saya membuat catatan siapa-siapa yang memesan terlebih dahulu. Karena barangnya memang langka, pasokan dari pangkalan berkurang dratis,” katanya.
 
Hal serupa juga dialami Rohyati, pengecer asal Tambaksogra. Ia mengaku kesulitan mendapatkan pasokan elpiji 3 kilogram. Sebelum puasa, ia rutin mendapat pasokan 10-15 tabung per hari. Namun, setelah puasa pasokan berkurang menjadi 10 tabung. Menurut pihak pangkalan, ia harus berbagi dengan pengecer lain.
 
“Yang beli bertambah, tetapi pasokan justru berkurang, bahkan saya pernah hanya mendapat 2 dan 6 tabung, katanya harus dibagi dengan pengecer lainnya,” jelasnya.
 
Sementara itu, pemilik pangkalan elpiji di Tambaksogra, Sofie mengatakan, sebelum puasa ia mendapat pasokan 100 tabung dan mulai bulan puasa pasokannya bertambah menjadi 150 tabung per hari. Namun, pengecer yang mengantri juga sudah banyak. Setiap kali ada pengiriman elpiji melon, hanya dalam waktu 5 menit sudah habis terjual.
 
“Dalam hitungan menit, elpiji 3 kilogram sudah habis, bahkan banyak pengecer yang tidak kebagian. Tetapi jatah kita hanya segitu, tidak bisa ditambah lagi,” katanya.
 
Ketua Hiswana Migas Banyumas, Anas Pribadi, saat dikonfirmasi terkait kelangkaan elpiji 3 kilogram ini mengatakan, tanggung jawab Hiswana hanya sampai pasokan terhadap pangkalan. Dan Hiswana menjamin, pangkalan tidak sampai kekurangan stok, karena sudah ada kontrak dengan agen.
 
“Stok elpiji 3 kilogram di pangkalan kita jamin aman, karena sudah ada kontrak agen dengan pangkalan, sehingga tidak mungkin kekurangan stok. Kalau untuk pengecer itu diluar tanggung jawab kita,” kata Anas. (BJ33)