Home News Update Pasca Putusan PTUN, Golkar Jateng Solidkan Kepengurusan

Pasca Putusan PTUN, Golkar Jateng Solidkan Kepengurusan

image

Semarang, 20/5 (Beritajateng.net)-Menyusul keluarnya putusan PTUN Jakarta Timur yang menganulir keputusan Menteri Hukum dan HAM tentang pengesahan kepengurusan DPP Golkar Hasil Munas Ancol yang diketuai Agung Laksono dan mengembalikan kepengurusan Partai Golkar sesuai dengan  hasil Munas Riau 2009-2015. DPD Golkar Jateng sepakat melakukan upaya mensolidkan seluruh jajaran pengurus demi kebesaran Partai kedepan.

“Seluruh pengurus DPD II Golkar di Jateng tunduk pada putusan tersebut. Kami semua sepakat, itulah islah Partai Golkar,” ungkap Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Tengah, Wisnu Suhardono di Semarang, Rabu (20/5),

Menurutnya, putusan PTUN yang mengembalikan kepengurusan Golkar ke hasil Munas Riau adalah pilihan terbaik. Pihaknya akan merangkul semua kepengurusan partai berlambang pohon beringin tersebut, meskipun beberapa bulan lalu ada yang mendukung kubu Agung Laksono. “Semua kami akomodir, kami keluarga besar,” ujar dia.

Pihaknya sudah melakukan  rapat dengan semua  pengurus DPD II untuk kembali mengompakkan kepengurusan, pihaknya akan kembali mengoptimalkan tugas kepartaian untuk mempersiapkan Pilkada Jateng. “Berat menghadapi persaingan di Jateng dalam Pilkada,” kata dia.

Golkar harus kompak mempertahankan  daerah yang masih menjadi basis golkar. “Kompak saja berat apalagi tidak kompak. Jadi kami harus kompak,” kata Wisnu.

Dalam Pilkada mendatang, Golkar memastikan akan menjalin koalisi di tiap daerah. Hal itu juga berlaku di daerah yang sebenarnya Golkar bisa mengajukan calon secara mandiri. Menurut Wisnu, memenangkan Pilkada di Jateng adalah hal yang berat. Oleh karena itu, partai politik harus bersatu agar bisa maksimal pada Pilkada 9 Desember mendatang.

Wisnu menambahkan, partainya akan membangun komunikasi dengan partai-partai lain untuk menjalin koalisi.

Sementara itu, Wakil Sekretaris DPD Golkar Jateng, Ferry Wawan Cahyono menambahkan, keputusan PTUN yang mengembalikan kepengurusan hasil munas Riau merupakan momentum yang tepat untuk menyatukan kekuatan partai Golkar. “Semua harus bersatu untuk membesarkan partai,” kata dia.(BJ013)