Home Lintas Jateng Pasca Kebakaran Pasar Waru, Ita: Lapak Sementara Akan Segera Dibangun

Pasca Kebakaran Pasar Waru, Ita: Lapak Sementara Akan Segera Dibangun

Wakil walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau yang akrab disapa Ita berusaha menenangkan dan mendengar keluh kesah pedagang korban kebakaran pasar Waru Kaligawe, Semarang.

Semarang, 19/11 (BeritaJateng.net) – Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menegaskan lapak darurat untuk pedagang di Pasar Waru yang menjadi korban kebakaran segera dibangun.

“Kami sudah melakukan rapat koordinasi dengan Dinas Pasar, kecamatan, muspika, kemudian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Ini termasuk tanggap darurat,” katanya di Semarang, Sabtu.

Hal itu diungkapkan Ita, sapaan akrab Hevearita usai meninjau Pasar Waru Semarang pascakebakaran yang menghanguskan setidaknya ratusan los dan puluhan kios pedagang, Jumat (18/11) lalu.

Menurut dia, anggaran tanggap darurat sudah ada di BPBD yang pengalokasiannya melalui Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Semarang untuk pembangunan lapak darurat.

“Langsung kami siapkan surat yang Senin (21/11) nanti akan dimintakan ‘tapak asma'(tanda tangan, red.) kepada Pak Wali (Wali kota, red.). Begitu surat jadi, langsung dibangun,” katanya.

Ia menyebutkan berdasarkan inventarisir yang dilakukan Dinas Pasar ada 350 pedagang yang menjadi korban kebakaran Pasar Waru, ditambah sebanyak 167 pedagang “pancakan” di pasar itu.

“Pedagang ‘pancakan’ itu yang ‘nylempit-nylempit’ (menyempil – tidak punya lapak, red.). Dengan indeks yang sudah ditetapkan, nanti akan dibangun 350 lapak untuk pedagang,” katanya.

Berdasarkan kajian dan perhitungan anggaran yang sudah dilakukan, lanjut dia, pembangunan 350 lapak darurat untuk pedagang Pasar Waru dialokasikan Rp3 juta/lapak ukuran 1,5×1,75 meter.

“Sudah diputuskan di sini saja (di luar pasar, red.) karena kalau nanti jauh-jauh kan repot. Ya, implikasinya kalau jalan harus ditutup harus ada rekayasa lalu lintas, parkirnya,” katanya.

Namun, Ita menegaskan camat setempat sudah menyatakan kesiapannya untuk mengantisipasi implikasi atas pembangunan lapak darurat untuk pedagang Pasar Waru, termasuk ketersediaan lahan parkir.

“Pembangunan (lapak darurat Pasar Waru, red.) diperkirakan rampung dalam tiga minggu. Sebenarnya sebulan, namun kami ‘pepetkan’ jadi tiga minggu agar pedagang bisa segera berjualan,” katanya. (Bj)