Home Ekbis Pasar Murah, Empat Ton Beras Didistribusi pada Masyarakat Semarang

Pasar Murah, Empat Ton Beras Didistribusi pada Masyarakat Semarang

Anggota DPR RI Juliari P. Batubara memberikan bantuan sembako pada warga kurang mampu.
     Semarang, 2/2 (BeritaJateng.net) – Setidaknya empat ton beras didistribusikan kepada masyarakat dalam penyelenggaraan pasar murah di dua titik di Semarang, yakni Kecamatan Semarang Barat dan Tembalang.
     Penyelenggaraan pasar murah di dua titik di Semarang, Jumat, itu merupakan kerja sama Pemerintah Kota Semarang, PKK Kota Semarang, dan anggota DPR RI dari Dapil Jateng 1, Juliari P Batubara.
     Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan pada Januari 2018 terjadi inflasi sebesar 0,88 persen di Jawa Tengah berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) yang dipengaruhi harga beras.
     “Saya mencatat bahwa inflasi pada bulan Januari ini terjadi karena adanya kenaikan indeks semua kelompok pengeluaran, terutama pada kelompok bahan makanan,” kata Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi.
     Ada empat kota tercatat sebagai penyumbang inflasi tertinggi di Jateng, yakni Cilacap dengan inflasi sebesar 1,33 persen, disusul Purwokerto 1,29 persen, Tegal 1,15 persen, dan Kudus 1 persen.
     “Semarang, meski tidak termasuk dalam daftar daerah penyumbang inflasi terbesar, tetap menjadi perhatian penting karena mencatatkan inflasi cukup tinggi, yakni 0,81 persen di bawah angka Jateng,” katanya.
     Menyikapinya, kata dia, Pemkot Semarang bergerak cepat bersama berbagai elemen masyarakat untuk menekan inflasi di Ibu Kota Jateng, salah satunya menggelar pasr murah di dua kecamatan tersebut.
     Politikus PDI Perjuangan itu menilai penyelenggaraan pasar murah cukup efektif untuk membantu menekan laju inflasi karena masyarakat bisa mendapatkan beras dengan harga murah dan terjangkau.
     “Maka dari itu, hari ini kami fokus untuk menekan kenaikan harga bahan makanan tersebut dengan pasar murah. Tetapi, bukan berarti yang lainnya kemudian kami kesampingkan,” katanya.
     Untuk menekan kenaikan indeks kelompok pengeluaran yang lain seperti kesehatan, pendidikan, transportasi, kata Hendi, layanan serba gratis yang sudah ada akan dimaksimalkan, seperti sekolah gratis, berobat gratis, hingga bus sekali bayar.
     Juliari dari anggota Komisi VI DPR RI menegaskan kenaikan harga sembako, khususnya beras harus menjadi perhatian penting karena memengaruhi daya beli masyarakat yang berkontribusi terhadap laju inflasi.
     “Saya cermati ada sedikit kenaikan harga-harga sembako, terutama beras. Makanya, saya diskusikan dengan Mas Hendi dan Mbak Tia (Ketua PKK, red.) bahwa harus diselenggarakan pasar murah,” kata politikus PDI Perjuangan itu.
     Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang Krisseptiana Hendrar Prihadi menyebutkan ada 1.000 kupon yang dibagikan kepada masyarakat untuk ditukarkan dengan paket sembako murah seharga Rp50 ribu.
     “Setiap paketnya berisi 4 kilogram beras, 1 kg gula pasir, 1 liter minyak goreng, 4 bungkus mie instant, dan 1 kotak teh,” kata Tia, sapaan akrab istri orang nomor satu di Kota Semarang itu. (El)