Home Hiburan Pasar Dugder Ditiadakan, Namun Pawai Karnaval Tetap Di Gelar

Pasar Dugder Ditiadakan, Namun Pawai Karnaval Tetap Di Gelar

Pawai karnaval Dugderan
Pawai karnaval Dugderan
Pawai karnaval Dugderan

Semarang, 19/5 (BeritaJateng.net) – Meskipun Pasar Dugder menyambut datangnya bulan puasa di tiadakan tahun ini, namun karnaval Dugder rencananya tetap digelar. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Kesenian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Kasturi di Balaikota Semarang, Selasa.

Menurut Kasturi, pawai karnaval Dugder tetap digelar meski dengan konsep lebih sederhana. “Rencananya, pawai karnaval akan dibagi menjadi tiga ­­­­sesi,” katanya.

Sesi yang pertama berupa kegiatan pendukung yakni Lomba Tari Warak yang di gelar pada tanggal 9 Juni 2015 dan Lomba Rebana pada 10 Juni 2015.

Selanjutnya, pada sesi kedua akan ada karnaval Budaya Dugder dan Mobil Hias yang diikuti ribuan pelajar se-Kota Semarang. Kegiatan ini digelar pada tanggal 15 Juni 2015 di Simpanglima Semarang.

“Nantinya akan ada sekitar sembilan ribu peserta yang rencananya akan mengikuti karnaval budaya ini serta puluhan mobil hias dari hotel, perbankan dan Dinas Pertanian,” ungkapnya.

Bukan hanya itu, pada 16 Juni 2015, digelar puncak acara Dugder berisi upacara prosesi yang melibatkan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang berperan sebagai Kanjeng Bupati RMT Aryo Purbaningrat serta arak-arakan pasukan berkuda, kereta kencana dan peserta karnaval dari 16 kecamatan.

Dalam kesempatan tersebut nantinya Wali Kota akan membacakan Shukuf Halaqoh, menabuh bedug dan meledakkan bom udara sebagai tanda telah menginjak Bulan Ramadhan. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pembagian air khataman Al Quran dan kue ganjel rel.

“Setelah itu, rombongan Walikota akan menaiki bus menuju MAJT sementara peserta karnaval dibubarkan dan tidak ikut ke MAJT demi alasan ketertiban lalu lintas karena sangat panjang arak-arakannya,” imbuh Kasturi.

Tidak hanya sampai disitu, prosesi berlanjut di MAJT, Walikota Hendrar Prihadi akan menyerahkan Shukuf kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang bertindak sebagai Raden Mas Tumenggung Probo Hadikusumo. (Bj05)