Home Ekbis Pasar Darurat Klewer Target Selesai Awal Puasa

Pasar Darurat Klewer Target Selesai Awal Puasa

Deretan kios pasar darurat Klewer yang hampir jadi
Deretan kios pasar darurat Klewer yang hampir jadi
Deretan kios pasar darurat Klewer yang hampir jadi

Solo, 1/5 (BeritaJateng.net) – Pengerjaan pasar Klewer darurat sudah separuh jalan. Rangka baja kios sudah terpasang, sekat-sekat antar kios juga sudah jadi dan tinggal pengerjaan pemasangan rolling door. 

Kepala Dinas Pengelola Pasar (DPP) Solo, Subagyo menyebutkan bangunan pasar darurat Klewer yang saat ini dalam proses pengerjaan dan diharapkan selesai dalam jangka waktu 70 hari. Meskipun perjanjian  dalam kontrak kerja pengerjaan proyek di perkirakan selesai dalam jangka waktu 90 hari. 

Namun pihak pemborong menyatakan sanggup menyelesaikan  dalam waktu 70 hari. Bahkan sampai  saat ini  tahap pengerjaan sudah mencapai 60 persennya. Pasalnya sebagian los pasar darurat sudah sebagian berdiri. Sebagian lagi dalam proses pengerjaan. 

“Dengan target waktu pengerjaan 70 hari selesai maka awal puasa atau pertengahan puasa pedagang sudah bisa masuk ke pasar darurat,” jelasnya kepada wartawan belum lama ini. 

Dengan begitu lanjut Bagyo, pembangunan pasar darurat Klewer menghabiskan dana sekitar  Rp 22 miliar yang berasal dari  tiga sumber yakni APBD Solo, APBD Provinsi dan CSR ini bisa segera selesai dan pedagang bisa segera menggelar dagangannya di dalam lokasi pasar darurat di lingkungan alun-alun utara Kraton Solo. 

Terpisah, para pedagang Pasar klewer mengaku kondisinya saat ini sepi pembeli. Padahal sebentar lagi jelang puasa dan lebaran. Biasanya jelang puasa justru pembeli melimpah karena mereka banyak yang kulakan untuk stok lebaran. 

Maryani, salah satu pedagang mengaku saat ini dirinya tidak menambah stok dagangan. Jadi menjual sisa dari stok barang yang ada saja dulu. Karena kondisi di pasar juga belum stabil pasca terjadinya kebakaran akhir Desember 2014 lalu. 

“Ndak berani kita tambah dagangan. Karena pembelinya juga belum begitu banyak. Kita jual stok yang ada saja. Itupun juga jarang yang laku. Mungkin saat pasar sudah darurat selesai dan dapat tempat jualan yang permanen baru kita pikirkan tambah stok lagi,” jelasnya. (BJ24)