Home Lintas Jateng Pariwisata Jateng Tertinggal Dibanding Provinsi Lain

Pariwisata Jateng Tertinggal Dibanding Provinsi Lain

1479
Obyek wisata air Bojongsari (Owabong) masih menjadi daya tarik wisata utama penyumbang kunjungan wisatawan ke Purbalingga.

 

SEMARANG, 10/6 (BeritaJateng.net) – Dunia pariwisata di Jawa Tengah saat ini dirasa tertinggal dibanding provinsi  lain di Pulau Jawa padahalp  otensi wisatanya tidak kalah. Disamping itu sumber daya manusianya juga cukup banyak. Pernyataan tersebut mengemuka dalam diskusi yang diadakan dalam rangka Pembukaan Program Study Pariwisata Strata satu (S1) Stiepari di Kampus Bendan Ngisor Semarang.

“Potensi wisata kita tidak kalah dibanding Jawa Timur, Jogja maupun Jawa Barat. Namun ada sesuatu yang membuat pariwisata Jateng tertinggal,” ungkap Dr. Dra Sri Yuwati, MA., M. Pd.

Menurut dia, beberapa factor yang mempengaruhi ketertinggalan dunia pariwisata Jawa Tengah diantaranya regulasi yang tidak mendukung, SDM yang tidak siap dan pelaku pariwisata yang tidak berani melakukan terobosan.

“Kondisi ini bagi kami (Stiepari) merupakan hal yang menarik dan menantang. Ini tantangan agar semua stakeholder pariwisata bisa secara holistic melakukan program pengembangan pariwisata untuk mengejar ketinggalan tersebut,” jelasnya.

Beberapa indicator tertinggalnya Jawa Tengah antara lain belum banyak wisatawan baik domestic maupun manca yang mengunjungi destinasi wisata di Jawa Tengah dan tinggal serta membelanjakan uangnya di Jawa Tengah. Bahkan promotor promotor hiburan yang memiliki skala besar tidak singgah di Jawa Tengah dan hanya dilompati keJogja maupun Surabaya dan Bandung.

“Salah satu penyebabnya menurut saya adalah factor ekonomi. Mereka takut rugi kalau melakukan kegiatan di Jateng. Karena dukungan dari pihak pihak terkait seperti sponsor local dan pemerintah daerah sangat kurang,” katanya.

Selain factor ekonomi, lanjut Dr. Sri Yuwati, dukungan dan minat masyarakatnya juga kurang. Selama ini mereka lebih suka mencari hiburan di luarJawa Tengah seperti jogja, Jakarta bahkan banyak yang ke Singapore. Kenapa ini bisa terjadi saya rasa butuh kajian mendalam untuk mendalami karakter masyarakat seperti ini.

Untuk mengejar ketinggalan bidang pariwisata tersebut, dibutuhkan kesadaran semua pihak untuk menumbuhkan arti pentingnya pariwisata bagi masyarakat. Hal ini disebabkan multy player effect pariwisata sangat banyak bagi masyarakat.

“Orang Jawa Tengah itu kebanyakan kurangprogresif, mereka lebih senang dengan ketenangan, status quo dan tidaksuka tantangan.Oleh karena itu dibutuhkan jiwa progresif ini,” bebernya.

Selain jiwa progresif, dibutuhkan juga konsep pengembangan yang baku, skill dari pelaku pelaku pariwisata dan juga memiliki network yang luas. Karena bagaimanapun hebatnya konsep dan infrastruktur tanpa didukung network yang luas tidak bisa berkembang secara maksimal.

“Pemerintah daerah sendiri tampaknya sampai saat ini belum menjadikan pariwisata sebagai salah satu urusan wajib. Hal ini Nampak dari infrastrukturt kantor dinas dan anggaran kepariwisataan masih sangat kecil di hampir semua kabupaten/ kota dan Pemprov,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua Yayasan Stiepari Bambang Dwi Laksono mengemukakan, Sumberdaya alam yang sebenarnya merupakan salah satu potensi pariwisata kita belum digarap dengan baik karena kebanyakan sumberdaya tersebut tidak dikelola oleh orang orang yang memiliki basic keilmuan di bidang pariwisata.

“Kebanyakan pelaku pariwisata berpikirnya instan dengan berharap keuntungan yang banyak tanpa didukung konsep dan pengetahuan yang matang  dibidang pariwisata,” katanya.

Bambang mencontohkan kepulauan Karimunjawa yang memiliki panorama alam yang sangat indah dan tidak kalah dengan Pulau Dewata. Namunp engembangannya tidak didukung dengan konsep yang matang sehingga banyak ditemukan kondisi yang tidak mendukung pengembanganpariwisata Karimunjawa itu sendiri.

“Salah satu contohnya adalah privatisasi pantai yang justru membatasi wisatawan untuk menikmati keelokan panorama yang tidak bisa ditemukan di daerah lain tersebut,” pungkas Bambang. (BJ13)

 

Advertisements