Home Hukum dan Kriminal Para Pengemudi Taksi Online Minta Pembunuh Deni di Hukum Berat

Para Pengemudi Taksi Online Minta Pembunuh Deni di Hukum Berat

Pelaku pembunuhan driver taksi online ditangkap.
          Semarang, 23/1 (BeritaJateng.net) – Puluhan anggota komunitas pengemudi angkutan online, Selasa (23/1) siang berkumpul di halaman Mapolrestabes Semarang. Kedatangan mereka ingin mengetahui wajah kedua pelaku pembunuhan yang berhasil diamankan Aparat Polrestabes Semarang, setelah sempat buron dua hari.
           Sebelum di lakukan gelar perkara terhadap dua pelaku pembunuhan, para pengemudi online di pengarahan oleh AKBP Iga DP Nugraha untuk tertib disaat dilaksanakan gelar perkara oleh Kapolrestabes Semarang Kombes Pol. Abiyoso Seno Aji.
           “Silahkan kalau ingin melihat kedua pelaku pembunuhan, saya himbau untuk tertib,” tegas Iga saat memberi pengarahan dihadapan pengemudi Online.
          Usai memberi pengarahan sontak langsung di sambut para pengemudi online “ hidup Polri”.
         Sugiono salah satu perwakilan pengemudi online meminta kedua pelaku di hukum maksimal sesuai perbuatannya, menurutnya apa yang dilakukan kedua pelaku sudah ada unsur perencanaan.
          “Kami berharap para pelaku ini dihukum seberat-beratnya, paling tidak hukuman maksimal, karena melihat dari yang terjadi pada korban, unsur niatnya sudah kelihatan,” ujarnya.
           Sebelumnya seorang  pengemudi taksi online bernama Deni Setiawan (32), ditemukan tewas bersimbah darah di Komplek Perumahan Bukit Cendana Dua, Kelurahan Sambiroto Kecamatan Tembalang Kota Semarang, pada sabtu(20/1)  malam lalu,  dengan luka parah pada bagian leher.
           Kemudian, pada Senin ( 22/1) pagi polisi menemukan mobil milik korban di tepi Jalan Hos Cokroaminoto Semarang. Petugas gabungan pun segera merapat ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara di mobil nissan grand livina warna hitam bernomor polisi H 8849 D tersebut.
          Dari hasil penyelidikan yang dilakukan  Aparat Kepolisian berhasil mengungkap pelaku pembunuhan. Kedua pelaku diketahui Ib (16 ) warga Sambiroto Tembalang  Semarang, serta Ta (16) warga Lemah Gempal Semarang, yang merupakan pelajar di sekolah menengah kejuruan di Kota Semarang.
           Selain mengamankan kedua pelaku polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya Mobil, Handphone milik korban, senjata milik pelaku yang digunakan membunuh korban, sepatu dan baju milik pelaku yang bersimbah darah korban.
           Atas perbuatannya kedua pelaku dijerat pasal 340 junto 338 dengan ancaman hukuman seumur hidup. Mengingat pelaku masih di bawah umur Kepolisian akan melakukan penanganannya berdasarkan Undang Undang Anak. (Nh/El)