Home Hiburan Para Barista Siap Bertarung Brewers Cup

Para Barista Siap Bertarung Brewers Cup

Semarang, 15/10 (BeritaJateng.net) – Para peracik kopi atau Barista akan diuji kemampuannya untuk bisa mengeksekusi secangkir kopi yang baik dan benar dalam lomba Barista, Brewers Cup, dan Cup Tasties Competion di Semarang Town Square.

Lomba Barista tersebut tak hanya peralatan coffee maker moderen saja, namun butuh kemampuan feeling sang Bartender untuk mencapai cita rasa kopi yang diinginkan empat juri.

“Ada empat juri yang menilai, dan ada empat kategori yang dilombakan yakni Barista Competition, Brewers Cup, dan Cup Tasties Competion. Jadi para Barista harus benar-benar harus sudah teruji kempuannya,” kata Hendri Kurniawan, World certified judge yang akan turut menilai.

Kompetisi yang bertemakan Indonesia Coffee Events 2015 digelar di Semarang Town Square (Setos) pada 15-18 Oktober yang melibatkan kategori Barista Competition 29 peserta, 8 peserta Cofee Latte Art, 11 peserta Brewer Cup, dan 8 peserta Cup Tasties Competition. Mereka akan diuji untuk membuat dua jenis racikan kopi yakni kopi espreso dan kopi kapucino. Para peserta selain dari Semarang juaga ada dari Jogja, Jakarta, Solo, Surabaya, Makassar dan lainnya.

“Setiap peserta akan ditantang membuat satu espreso dan satu kapucino, dengan empat gelas untuk empat juri,” tambahnya.

Dalam penilaiannya, peserta tak hanya mahir dalam memainkan dan mengemulsi kopi pada mesin, tapi juga tampilan dan stage act serta penyajiannya. “Bahkan untuk Brewers Competitiom peserta ditantang membuat kopi secara manual dengan kopi hitam sebagai bahan bakunya,” ujarnya kembali.

Gelaran di tahun ini akan lebih ketat bersaing lantaran bahan baku kopi lokal lebih merajai seperti arabica dan robusta Jawa Barat. Selain itu ada kopi mandailing, kopi flores, kopi toraja dan kopi papua. Hal ini berbeda di lima tahun sebelumnya, masih banyak Barista menggunakan kopi dari luar negeri.

“Kali ini kopi Jawa Barat sedang tren dalam 2-3 tahun terakhir, dan mereka rata-rata memakai kopi Jawa Barat. Ini akan menjadi persaingan yang menarik karena bahan sama tapi eksekusi akan tergantung pada sang barista sendiri,” ujarnya.

Barista Competition ini akan meningkatkan nilai kopi baik secara cita rasa dan secara nilai ekonomi. “Barista menjadi eksekutor terakhir dari secangkir kopi yang dihidangkan. Mulai dari pemilihan biji kopi, jenis kopi, roasting, plating sampai eksekusi untuk disajikan,” tuturnya.

Sementara itu, Moelyono Soesilo, Purchasing and Marketing Manager PT Taman Delta Indonesia, selaku penggagas acara mengatakan jika kopi-kopi unggulan di Indononesia seperti Kalosi Toraja, Mandailing Sumatera, Papua Wamena, Bajawa Flores, Arabica Java, Kintamani Bali, yang merupakan produk unggulan kopi terlaris di luar negeri dengan grade kopi spesial, premium, dan komersial (rumahan) masih jarang bisa dimaksimalkan dalam proses eksekusi (pembuatan) yang baik dan benar. Padahal jika di lakukan dengan benar bisa menjadikan ladang bisnis yang menjanjikan.

“Indonesia adalah negara penghasil keempat produksi kopi dunia setelah Brasil, Vietnam dan Kolumbia. Tiga dari sepuluh kopi terbaik didunia ada di Indonesia, kita ingin mengedukasi para pembuat dan penikmat kopi untuk merasakan kopi yang bagus dan kurang bagus, dalam penyajiannya di kafe-kafe atau secara pribadi,” katanya.

Dia berharap dengan adanya kompetisi ini dapat menaikan nilai ekonomis dari kopi. Dan pihaknya ingin Indonesia menjadi penghasil kopi terbesar di dunia. “Para Barista akan berlomba menyajikan kopi terbaik di kafenya, ini juga akhirnya merangsang para petani untuk memproduksi lebih banyak dan lebih bermutu tentunya,” paparnya.

Para pemenang kompetisi akan dinilai yang tertinggi poin penilaian, dan akan dibawa ke Jakarta untuk diadu secara nasioanal. “Para pemenang nasional akan kita bawa ke level kompetisi internasional dimana akan ada empat barista mewakili Indonesia dalam enam kompetisi tahunan dunia,” tambahnya. (BJ06)