Home Ekbis Panen Garam, Petani Justru Mengeluh

Panen Garam, Petani Justru Mengeluh

garam

Jepara, 5/8 (BeritaJateng.net) – Harapan untuk mendapatkan keberuntungan di musim kemarau tahun ini, hanya menjadi angan-angan para petani garam di wilayah Kecamatan Kedung. Pasalnya, dengan hasil garam yang melimpah, tidak diimbangi dengan harga yang sesuai harapan petani.

Harga garam semakin hari semakin turun, hingga berada di angka Rp 20 ribu perkwintal. Kondisi ini tentu sangat merugikan petani garam, yang sebagian besar masih menggunakan lahan sewa dan membayar ongkos langsir dari tambak ke jalan raya.

Menurut Lazim (60), salah satu petani garam di Desa Kanggultlare, Kecamatan Kedung, petani garam akan mendapatkan keuntungan jika harga garam minimal Rp 25 ribu perkwintal.

“Dengan harga Rp 20 rb per kwintal, petani tidak mendapat untuk sama sekali. Justru kita kehilangan tenaga dan waktu saja. Minimal Rp 25 ribu, baru dapat untung sedikit,” kesal Lazim.

Merosotnya harga garam diduga ulah pengepul atau tengkulak, yang ingin memanfaatkan melimpahnya panen garam dari petani. Para tengkulak sengaja menimbun garam, dan akan dipasarkan ketika petani tidak membuat garam, yaitu pada saat musim penghujan.

“Sepertinya, musim garam kali ini dimanfaatkan tengkulak. Mereka membeli dengan harag rendah, dan kemudian di pasarkan dengan harga tinggi pada musim hujan nanti,” jelas Lazim. (BJ18)