Home Headline PAD Parkir 2020 di Targetkan Hanya Rp 350 Juta

PAD Parkir 2020 di Targetkan Hanya Rp 350 Juta

197
Kantong parkir

BLORA, 1/7 (BeritaJateng.net) – Pandemi Covid -19 sangat berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Blora. PAD parkir misalnya. Semula ditargetkan Rp. 708 juta berubah menjadi Rp. 350 juta. PAD parkir ini dilakukan revisi dengan pengurangan hingga 50 persen.

Kepala Bidang Perhubungan Dinas Perumahan Pemukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Bambang Sugiyanto mengatakan, pihaknya sudah melakukan kajian baru terkait PAD parkir.

“Setelah adanya pandemi ini. Hasil kajian jika target Rp. 708 juta rekanan sangat keberatan. Karena jelas target itu tidak akan nutup hingga akhir tahun,’’ ucap Bambang, Rabu (1/7/2020).

Menurut Bambang, PAD parkir kehilangan momen saat ramadan lalu. Padahal selama ini pendapatan parkir itu terbasar berada saat ramadan hingga lebaran idul fitri. Selain itu sejak maret lalu parkir tidak ada pemasukan.

‘’Biasanya pemasukan parkir, paling banyak di Ramadan itu hingga idul fitri,’’ imbuhnya.

Saat disinggung selama ramadan dan hari raya masih ada tukang parkir yang buka. Apakah itu tak disetorkan? Menurutnya tidak, itu dipakai oleh tukang parkir sendiri.

‘’Untuk Ramadan dan Idul Fitri kemarin dipakai tukang parkir sendiri. Pendapatannya buat tukang parkir sendiri saja kurang,’’ bebernya.

Hasil kajian terbaru pemasukan pendapatan ketemu diangka Rp 350 juta. Hasilnya juga saat ini sudah diajukan ke Bupati. Masih menunggu persetujuan Bupati terkait target baru parkir Blora.

Sebelum mendapatkan persetujuan Bupati lanjutnya, maka angka Rp 350 juga itu bisa saja berubah. Bisa tambah atau bisa berkurang.

Dengan perubahan baru ini, diharapkan rekanan tidak lagi keberatan. Karena ini sudah era new normal. Artinya kegiatan atau aktivitas perekonomian masyarakat sudah mulai normal, Walaupun tetap mematuhi Protokol kesehatan.

Mengingat, saat pandemi corona kemarin, rekanan berkali-kali merasa keberatan. Sehingga perlu dilakukan evalusi terbaru ini.

Sebelumnya, rekanan diberi waktu hingga Juli nanti harus menyetorkan sejumlah PAD sesuai target, yakni Rp. 708 juta. Setelah menenangkan tender mereka membayar 25 persen. Tapi karena adanya pandemi corona, semua direvisi kembali. Dan sekarang masih menunggu keputusan Bupati. (Her/El)