Home DPRD Kota Semarang Optimis Semarang Masuki Zona Hijau, Dewan Ajak Masyarakat Patuhi 3M

Optimis Semarang Masuki Zona Hijau, Dewan Ajak Masyarakat Patuhi 3M

173
Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo.

SEMARANG, 21/10 (BeritaJateng.net) – Kota Semarang saat ini berada pada zona oranye dan ditargetkan masuk zona hijau pada Desember 2020 mendatang. DPRD Kota Semarang pun mendorong Pemerintah Kota Semarang bersama-sama bergerak menuju zona hijau pada akhir 2020.

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo mendorong upaya preventif dan promotif terkait 3M+I (wajib mencuci tangan, wajib memakai masker, dan wajib menjaga jarak, dan imunitas) semakin digencarkan.

“Meningkatkan imunitas itu penting. Orang tidak boleh terlalu panik, stres dikurangi. Ini jadi kuncinya selain 3M,” ujar Anang.

Ia mengatakan, langkah paling tepat untuk mendorong Semarang segera masuk zona hijau yakni menambah uji swab maupun rapid yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang.

“Kapasitasnya harus ditambah. Kalau nanti persentasenya, sebaran, atau cakupan yang diswab lebih banyak lebih segera ditangani atau diisolasi sehingga transmisi tidak begitu cepat,” ujar Anang.

Menurutnya, sejauh ini Dinas Kesehatan telah bergerak cepat melakukan tracking atau penelusuran terhadap klaster penyebaran Covid-19. Lini satu atau kontak erat langsung dilakukan tracking setelah diketahui seseorang terpapar Covid-19. Dia meminta Dinas Kesehatan tidak hanya berhenti melakukan penelusuran pada lini satu saja. Baik lini dua dan tiga pun harus dilakukan pemeriksaan rapid atau swab test.

“Misalnya, klaster takziah. Kalau ada ibu takziah, dia pulang menulari keluarga di rumahnya. Mungkin ada yang pernah bertamu dikejar lagi. Tidak terputus di lini satu tapi lini dua dan tiga,” sebutnya.

Dengan melakukan penelusuran hingga lini tiga, sambung Anang, klaster baru bisa berkembang jumlahnya hingga empat kali lipat dari temuan awal. Dia yakin deteksi dini terhadap lini dua dan lini tiga akan membuat orang yang terpapar Covid-19 bisa segera melakukan karantina dan tidak menulari orang lain. (El)