Home Lintas Jateng Optimalkan Pelayanan, Pemkot dan Operator BRT Akan Lakukan Evaluasi

Optimalkan Pelayanan, Pemkot dan Operator BRT Akan Lakukan Evaluasi

Wali kota Semarang Hendrar Prihadi meninjau 25 BRT Trans Semarang yang akan segera diluncurkan untuk mengganti BRT tak layak jalan.

Semarang, 9/8 (BeritaJateng.net) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menegaskan segera melakukan evaluasi terhadap operator BRT (Bus Rapid Transit) Trans Semarang untuk mengoptimalkan pelayanannya.

“Kami sudah sampaikan kepada Pak Kadishub (Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika, red.) bahwa keberadaan Trans Semarang ini untuk melayani masyarakat secara baik,” katanya di Semarang, Selasa.

Bahkan, Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi mengingatkan pelayanan Trans Semarang harus lebih baik dibandingkan angkutan yang disediakan swasta, mulai tarif, fasilitas, hingga ketepatan waktu.

Namun, ia menyesalkan beberapa kali persoalan yang terjadi pada pelayanan Trans Semarang, seperti insiden Trans Semarang menabrak pangkalan ojek dan penganiayaan penumpang oleh kru bus tersebut.

“Kalau kemudian dalam pengelolaannya kurang kontrol, ya, terjadi seperti kemarin, insiden bus menabrak kemudian terguling, serta kondektur atau kru bus menganiaya penumpang,” katanya.

Pengelolaan transportasi massal itu berada di bawah Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang yang dikerja samakan dengan pihak ketiga selaku operator sesuai dengan koridor yang dioperasikan.

Koridor I yang melayani Mangkang-Penggaron dioperatori PT Trans Semarang, Koridor II (Sisemut-Terboyo) ditangani PT Surya Setia Kusuma, dan Koridor III (Sisingamaraja-Pelabuhan) oleh CV Mekar Flamboyan.

Sementara untuk Koridor IV yang melayani Cangkiran-Bandara Ahmad Yani dioperatori PT Matra Semarang, dan operator bertugas menyediakan mekanik, pengemudi, perbengkelan, hingga perawatan.

Maka dari itu, Hendi mengatakan akan melakukan evaluasi terhadap operator-operator yang menangani empat koridor Trans Semarang berkaitan dengan persoalan yang terjadi beberapa waktu belakangan.

“Kami akan ‘briefing’ keseluruhan operator, kami evaluasi kontraknya. Mereka kan ada kontraknya sebagai operator. Sebab, bagaimanapun penumpang adalah raja. Harus dilayani dengan baik,” tegasnya.(bj05)