Home Ekbis Optimalkan Pajak 500 Hotel di Semarang dengan Sistem E-Tax

Optimalkan Pajak 500 Hotel di Semarang dengan Sistem E-Tax

Sosialisasi dan gathering pajak hotel dan restauran dengan sistem elektronik tax (e-tax).

Semarang, 19/1 (BeritaJateng.net) – Pemerintah Kota Semarang bakal mengoptimalkan pendapatan sektor pajak dari total sekitar 500 hotel yang ada di wilayah itu dengan sistem pajak elektronik (e-tax).

“Kami lakukan tahap sosialisasi dulu,” kata Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Semarang Yudi Mardiana saat “Gathering dan Sosialisasi Pajak Online Hotel dan Restoran” di Semarang.

Pada tahap pertama, kata dia, sudah ada 10 hotel yang sudah terpasang alat tersebut sekitar dua hari lalu, dan pada tahap kedua diharapkan lebih banyak lagi hotel yang sudah menerapkannya.

Menurut dia, penerapan sistem “e-tax” untuk sektor perhotelan itu dilakukan dengan menggandeng salah satu perbankan, yakni Bank Negara Indonesia (BNI), termasuk pemasangan peralatannya.

“Ya, mudah-mudahan pada tahap kedua nanti bisa lebih banyak lagi hotel yang menerapkan. Sebab, dari pihak perbankan kan terbatas waktunya, sementara dari kami juga sama,” katanya.

Apalagi, kata dia, pemasangan peralatan “e-tax” itu juga tidak mudah karena teknisinya juga didatangkan dari Jakarta sehingga kerja sama itu juga bergantung dengan kesiapan dari perbankan.

“Untuk yang sudah melaksanakan sistem ‘e-tax’ seperti ini, khusus kerja sama dengan BNI baru ada tiga, yakni Tangerang dan Padang. Semarang ini menjadi kota yang ketiga,” katanya.

Belum lagi, kata Yudi, berbagai kendala lainnya, seperti hotel yang pengelolaan manajemennya langsung dilakukan oleh pusat tentunya harus meminta izin untuk menerapkan sistem semacam itu.

“Entah prosesnya memang seperti itu atau mengulur waktu, kami tidak tahu persis. Yang jelas, inginnya seperti apa kami turuti. Dengan catatan, waktunya tidak terlalu lama,” tegasnya.

Badan Pendapatan Daerah Kota Semarang, kata dia, dikejar waktu untuk pengoptimalan potensi pendapatan daerah, termasuk pajak perhotelan yang pada tahun ini ditargetkan sekitar Rp64 miliar.

“Tahun lalu, capaian pajak hotel sudah ada peningkatan dari target. Kalau kami hitung, di Semarang ini ada sekitar 500 hotel, termasuk hotel-hotel kecil yang kelas melati,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan penerapan sistem “e-tax” itu bisa menghitung realisasi pendapatan secara riil, termasuk pajak perhotelan.

“Dengan ‘e-tax’ kan bisa diketahui, berapa pengunjungnya, berapa pendapatannya. Mungkin kan ada yang pembayarannya harus bulan depan. Kalau ‘ga’ pakai sistem ini kan bisa ‘lali’ (lupa, red.),” katanya.

Maka dari itu, Ita, sapaan akrab Hevearita mengatakan penerapan “e-tax” akan bisa memonitor secara “realtime” pendapatan dari sektor pajak, termasuk hotel karena ada transparansi. (EL)

Advertisements