Home Lintas Jateng Ongkos Angkutan Umun di Palembang Tidak Turun

Ongkos Angkutan Umun di Palembang Tidak Turun

image
Ilustrasi

Palembang, 11/1 (BeritaJateng.net) – Ongkos atau tarif jasa angkutan di Sungai Musi Palembang ke sejumlah kabupaten dalam wilayah Provinsi Sumatera Selatan yang mengalami kenaikan pada November 2014, tidak diturunkan kembali oleh pengelola jasa angkutan itu.
Sejumlah warga pengguna jasa angkutan sungai perahu cepat (speedboat) di dermaga penumpang pasar tradisional 16 Ilir Palembang, Minggu, megeluhkan ongkos angkutan sungai tersebut tidak mengalami penurunan, padahal harga bahan bakar minyak (BBM) diturunkan pemerintah per 1 Januari 2015 dan direncanakan akan diturunkan lagi pada bulan depan.
Menurut salah seorang pengguna “speedboat” tujuan Palembang-Makarti Jaya Kabupaten Banyuasin, Rodiah, ongkos perjalanan menggunakan angkutan sungai pada rute tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp10.000/ orang satu kali jalan.
“Ongkos speedboat tujuan Palembang-Makarti Jaya sebelum adanya kenaikan harga BBM pada 18 November 2014 sebesar Rp60.000 dan setelah harga BBM dinaikkan pemerintah menjadi Rp70.000 per orang, namun ketika pemerintah menurunkan harga BBM pada bulan ini angkos tersebut tetap atau tidak mengalami perubahan,” ujarnya kesal.
Sementara menurut pengelola angkutan sungai itu, Bastar, pihaknya tidak bisa melakukan penurunan ongkos pelayanan jasa tersbeut karena setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan harga BBM bersubsidi jenis premium naik dari Rp6.500 menjadi Rp8.500 per liter, dan solar naik dari Rp5.500 menjadi Rp7.500/ liter, semua barang dan komponen pendukung operasional ikut bergerak naik.
Kondisi barang yang telah terlanjur naik itu, tidak mengalami perubahan lagi meskipun pemerintah pada Januari 2015 ini menetapkan kebijakan menurunkan harga BBM.
Kenaikan ongkos sebisa mungkin dihindari, karena tidak memberikan dampak meningkatkan pendapatan bahkan justru sebaliknya sebagai akibat menurunnya jumlah penumpang, namun melihat kondisi sekarang ini pihaknya tidak mungkin melakukan penurunan tarif jasa angkutan sungai tersebut, ujarnya.
Selain ongkos angkutan sungai, angkos angkutan laut kapal cepat tujuan Palembang-Bangka yang sebelumnya mengalami kenaikan berkisar Rp15.000 hingga Rp20.000 dampak kenaikan harga BBM kini tetap pada tarif jasa yang telah dinaikkan itu.
“Tarif jasa angkutan kapal cepat yang dinaikkan perusahaan jasa angkutan kapal cepat terhitung 21 November 2014 untuk mengimbangi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang mempengaruhi biaya operasional hingga kini tetap memberlakukan tarif yang berlaku sekarang ini,” kata Robin, petugas penjualan tiket Kapal Cepat Express Bahari di Terminal Penumpang Pelabuhan Boom Baru Palembang.
Ia menjelaskan, adanya penurunan harga BBM jenis premium menjadi Rp7.600 per liter, dan solar menjadi Rp7.250 per liter, tidak memungkinkan untuk menurunkan tarif yang telah disesuaikan sekarang ini karena dampak kenaikan harga BBM pihaknya mengalami peningkatan beberapa komponen biaya operasional.
Dengan kondisi harga komponen biaya operasional mengalami kenaikan dan tidak mungkin turun kembali seperti harga BBM, pihaknya tetap memberlakukan tarif yang telah mengalami penyesuaian kondisi sekarang ini.
Sebagai gambaran, tarif kapal cepat Express Bahari yang disesuaikan sejak November 2014 itu yakni untuk kelas VIP dewasa yang sebelumnya Rp285.000 kini naik menjadi Rp300.000 dan anak-anak dari Rp245.000 naik menjadi Rp260.000 per orang satu kali jalan.
Sedangkan tiket kelas eksekutif dewasa dari Rp240.000 naik menjadi Rp265.000 dan anak-anak dari Rp200.000 menjadi Rp215.000, serta kelas bisnis/ekonomi dewasa dari Rp205.000 naik menjadi Rp225.000 dan anak-anak dari Rp165.000 menjadi Rp185 per orang, katanya.
Menurut dia, tarif pelayanan jasa kapal cepat tersebut secara umum dapat diterima masyarakat karena hanya dilakukan penyesuaian bukan dinaikkan dengan tarif tidak wajar yang dapat memberatkan pelanggan.
Dengan kondisi tarif yang mengalami penyesuaian itu, hingga kini tidak mempengaruhi jumlah penumpang atau tingkat muatan kapal, ujarnya. (Ant/BJ)

Advertisements