Home Ekbis OJK Himbau Masyarakat untuk Kenali Investasi Bodong 

OJK Himbau Masyarakat untuk Kenali Investasi Bodong 

OJK Himbau Masyarakat untuk Kenali Investasi Bodong 

Purwokerto, 20/12 (BeritaJateng.net) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta kepada masyarakat mengenali jenis investasi bodong. Langkah paling mudah dengan melihat perizinan usahanya.

Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 3 dan Perizinan OJK Rusly Albas mengatakan investasi bodong bisa dikenali asal jeli. “Tawaran menggiurkan seperti bunga tinggi tapi tidak pernah dijelaskan secara gamblang,” ucapnya.

 

Ciri lain investasi bodong yakni menggunakan skema ponzi. Modus investasi palsu ini membayarkan keuntungan kepada investor dari uang mereka sendiri atau uang yang dibayarkan oleh investor berikutnya, bukan dari keuntungan yang diperoleh oleh individu atau organisasi yang menjalankan operasi ini. “Selain itu, investasi bodong banyak menggunakan tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk merayu calon konsumen,” ujarnya.

Masyarakat juga diminta waspada seperti menanyakan izin atau mengonfirmasi izin kepada pihak terkait. Tawaran investasi berprofit tinggi yang menyita perhatian publik di Indonesia, yakni PT Cakrabuana Sukses Indonesia (CSI), United Nations Swissindo World Trust International Orbit (UN Swissindo), dan KSP Pandawa Mandiri Group.

Praktik investasi bodong bisa dicegah dengan membatasi ruang gerak lembaganya. “Namun, itu pun tidak mengatakan selesai semua karena ada pula investasi orang per orang. Contoh kecil, saya ingin membangun kluster perumahan mengajak kawan, kemudian saya kabur. Nah , seperti ini juga investasi bodong,” papar Rusly.

Investasi bodong agak sulit terdeteksi jika menghimpun dana antarpribadi. Berbeda dengan penghimpunan dana yang bersifat massal yang mudah terdeteksi.

“Secara umum OJK menerima sekitar 400 pengaduan masyarakat yang kecewa atas kinerja lembaga keuangan dan nonkeuangan di Jawa Tengah sepanjang 2016. Laporan masyarakat tersebut menunjukkan tren meningkat dari tahun ke tahun,” ungkapnya.

Dari jumlah kasus tersebut, sekitar 90% sudah diproses. Kendati begitu, kasus investasi bodong membutuhkan proses lama karena melalui penyidikan. “Hal ini bukan wilayah kami karena menyangkut hukum,” ucapnya.

Kepala Bagian Pengawasan Pasar Modal Nursatyo mengatakan, masyarakat sebaiknya tidak tergiur dengan janji manis profit tinggi. “Ada tanda-tanda tidak wajar segera laporkan ke kepolisian, OJK, BI atau BPK,” ujarnya.

Kasus investasi bodong bisa jadi semakin banyak karena masih banyak masyarakat tidak mau melapor karena didorong rasa malu. Rata-rata korban terpengaruh dari iklan yang ditawarkan. “Korban investasi bodong ada pula yang berasal dari pendidikan tinggi. Artinya, semua kalangan harus mewaspadai,” ucapnya. (EL)

Advertisements