Home Lintas Jateng Normalisasi dan Perbaikan Permanen Sungai Beringin Dilakukan Setelah Musim Hujan Selesai

Normalisasi dan Perbaikan Permanen Sungai Beringin Dilakukan Setelah Musim Hujan Selesai

Warga membersihkan sampah yang terbawa arus sungai Beringin.
          SEMARANG, 12/2 (BeritaJateng.net) – Tim gabungan dari unsur warga, TNI dan Polri melakukan kerja bakti penanganan sementara tanggul Sungai Beringin yang jebol di wilayah RW 7 Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Jumat (9/2).
          Dalam penanganan tersebut, warga dan unsur lain melakukan penambalan tanggul menggunakan karung pasir sandbag dengan berat 30 kg dan geobag dengan berat 100 kg.
          Ketua Kelurahan Siaga Bencana (KSB) Mangkang Wetan, Nery Santana mengatakan, sedikitnya 100 orang terlibat dalam penanganan tanggul tersebut. Dia mengatakan, kerusakan tanggul mencapai 15 meter di dua titik.
          “Kami tutup tanggul yang jebol pakai karung pasir dari BBWS dan DPU Kota Semarang. Ini langkah penanganan sementara atau darurat tanggul jebol yang membuat banjir kemarin,” katanya.
          Penanganan sebenarnya sudah dilakukan mulai beberapa hari lalu. Namun, hujan yang masih terus mengguyur membuat proses penambalan tanggul tidak bisa langsung selesai. Sehingga, penambalan dilanjutkan setelah hujan reda dan debit air turun.
          “Sebisa mungkin langsung kami tambal tanggul yang jebol dengan meminta material dari BBWS dan DPU. Karena mereka yang mempunyai bahannya,” ucapnya.
           Nery berharap normalisasi Sungai Beringin segera dilaksanakan. Sebab, sedimentasi di sungai Beringin cukup tinggi dan sampahnya ternyata banyak. Sehingga perlu penanganan segera.
          “Saat ini warga merasa was-was karena cuaca selalu hujan. Jika tidak segera dinormalisasi, warga khawatir banjir lagi,” ucapnya.
          Lurah Mangkang Wetan, Sugiarti mengatakan, warga yang ikut kerja bakti rata-rata adalah warga dan dibantu beberapa unsur di antaranya TNI, KSB, Polri dan dari pegawai kelurahan.
          Terkait normalisasi, katanya, proses pembebasan lahan yang menjadi kwajiban Pemkot Semarang telah selesai dilakukan. Tinggal pelaksanaan normalisasi yang dilakukan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.
          “Kalau penanganan saat ini masih sementara karena cuaca masih hujan terus. Untuk normalisasi merupakan kewenangan BBWS,” katanya.
          Danramil Tugu, Mayor Inf Sarikin menambahkan, kerja bakti perbaikan tanggul sungai Beringin yang jebol dilaksanakan bersama masyarakat sekitarnya bersifat sementara atau darurat dengan menggunakan alat dan perlengkapan seadanya.
         “Upaya ini minimal untuk mengurangi rasa ketakutan masyarakat yang terkena dampak jebolnya tanggul tersebut,” tambahnya.
           Upaya itu dilakukan sembari menunggu perbaikan permanen dari pihak yang berwenang yaitu BBWS Pemali Juana. Diharapkan dengan penanganan sementara ini dapat menjaga ketenangan dan kenyamanan masyarakat yang terdampak.
           Kepala BBWS Pemali Juana, Ruhban Ruzziyatno menuturkan, perbaikan permanen tanggul sungai Beringin yang jebol belum bisa dilakukan sekarang. Ia beralasan, perbaikan baru bisa dilakukan setelah musim hujan reda.
          “Yang bisa kami lakukan saat ini baru melakukan penanganan sementara. Untuk perbaikan permanen dan normalisasi, secepatnya setelah hujan selesai,” kata Ruhban.
          Dalam penanganan darurat ini, pihaknya menggunakan karung pasir geobag dan sandbag. Diharapkan meski penanganan bersifat sementara, namun mampu menahan aliran air sungai Beringin yang debitnya tinggi saat terjadi hujan.
          “Saat ini hujan masih terus terjadi. Apalagi menjelang Imlek. Saya mengimbau masyarakat tetap waspada mengantisipasi banjir khususnya saat hujan turun,” himbaunya. (El)