Home Lintas Jateng Normalisasi BKT, Lahan yang Terdampak Sebagian Minta Dipertahankan

Normalisasi BKT, Lahan yang Terdampak Sebagian Minta Dipertahankan

Dinas Perdagangan Kota Semarang melakukan sosialisasi kepada warga yang terdampak Normalisasi BKT.

 

SEMARANG, 9/2 (BeritaJateng.net) – Pedagang Kaki Lima blok A dan F  Barito meminta lahan yang tidak terkena dampak normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) secara langsung untuk tetap dipertahankan, sehingga para pedagang masih tetap bisa berjualan di lokasi tersebut.

Ketua Paguyuban PKL Barito Blok A Yulianto mengaku, di sepanjang PKL Barito mulai blok A-F ada yang tidak terkena dampak secara langsung atau hanya terdampak sebagian karena berdiri di lahan milik Pemerintah Kota Semarang.

Seharusnya, kata dia, Balai PSDA Jragung Tuntang selaku pihak yang berwenang memiliki site plan, lahan mana yang akan terkena dampak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Jika memang site plannya tidak seluruh lahan akan terkena dampak, maka pedagang mengharapkan masih tetap dipertahankan dan tetap bisa berjualan.

“Kami baru sekali mendapatkan sosiliasi terkiat dengan relokasi PKL yang terdampak proyek normalisasi BKT. Secara umum kami sangat mendukung rencana pemerintah karena untuk kepentingan orang banyak, tetapi paling tidak ada solusi yang terbaik selain direlokasi,” ujarnya, usai mengikuti sosialisasi dari Dinas Perdagangan Kota Semarang, di Balai Kelurahan Karang Tempel.

Menurut dia, apa yang disampaikan oleh Dinas Perdagangan hanya sebatas sosialisasi, dan belum jelas apakah PKL Barito akan terkena dampak seluruhnya atau tidak, karena dalam sosialiasi tidak melibatkan balai besar PSDA Jragung Tuntang dan juga PSDA Kota Semarang.

“Kami mengharapkan diberitahu site planya seperti apa. Kalau memang yang terdampak hanya sebagian seharunya bisa dipertahankan,” ucapnya.

Diakui atau tidak kata dia, PKL Barito merupakan pusat perdagangan yang sudah menjadi salah satu ikon Kota Semarang dan selalu menjadi jujukan masyarakat luas, untuk mendapatkan berbagai kebutuhan khususnya barang-barang onderdil, sepeda, mesin dan lainnya.

“Kami justru sangat setuju ketika dilakukan pembenahan. Seperti Pasar Kembang Kalisari saja bisa dibenahi, kenapa di Barito tidak dilakukan hal yang sama,” ujarnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan, apa yang menjadi masukan dari pedagang akan disampaikan kepada pihak yang lebih berwenangan. Pihaknya tidak dapat mengambil kebijakan karena tugasnya hanya melakukan sosialisasi kepada para PKL yang ada di 12 kelurahan yang terdampak normalisasi.

“Berapa luasnya apakah itu terkena normalisasi baik keseluruhan atau sebagian akan kita sampaikan ke pihak terkiat nantinya yang ada sertifikat pasti akan diganti sesuai dengan nilai jual di lokasi,” katanya. Dia menambahkan, saat ini sudah melakukan sosialisasi kepada para PKL di 9 kelurahan dari 12 kelurahan yang menjadi sasaran. (El)

Advertisements