Home Lintas Jateng Normalisasi Banjir Kanal Timur Semarang, Pemkot Diminta Kebut Lahan Relokasi

Normalisasi Banjir Kanal Timur Semarang, Pemkot Diminta Kebut Lahan Relokasi

Sungai Banjir Kanal Timur yang mengalami pendangkalan atau sendimentasi.

Semarang, 25/1 (BeritaJateng.net) – Pemerintah pusat meminta Pemerintah Kota Semarang melakukan percepatan penyiapan relokasi warga bantaran Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) untuk proyek normalisasi.

“Normalisasi Sungai BKT, progresnya berjalan terus. Rekomendasi dari pusat bahwa lelang akan dilaksanakan Agustus 2017,” kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

Sejalan dengan itu, kata Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, pihaknya diminta melakukan percepatan penyiapan lahan untuk relokasi warga yang selama ini bermukim di bantaran Sungai BKT.

Ia mengatakan percepatan penyiapan lahan, di antaranya Pasar Klitikan Penggaron yang sedianya untuk tempat relokasi para pedagang kaki lima (PKL) “klitikan” atau barang-barang bekas.

“Kami juga diminta menyiapkan rumah susun (rusun) agar upaya memindahkan para pedagang maupun penghuni di bantaran Sungai BKT bisa tuntas sebelum Agustus mendatang,” katanya.

Semua rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang ada, kata dia, akan diinventarisasi untuk mendata berapa jumlah unit yang masih kosong sehingga bisa digunakan untuk relokasi.

“Semua rusun akan diinventarisasi. Jadi, bisa diketahui berapa kamar yang masih kosong. Nanti, akan ditotal jumlahnya berapa sehingga itu yang akan digunakan untuk relokasi,” katanya.

Untuk rusunawa di Meteseh, Kecamatan Tembalang, lanjut dia, sementara ini belum bisa dilakukan pembangunannya karena masih proses pengurukan lahan di lokasi yang akan dibangun.

“Namun, kami akan terus melakukan upaya percepatan pembangunan Rusunawa Meteseh supaya nantinya bisa digunakan untuk menampung warga yang tinggal di bantaran Sungai BKT,” katanya.

Berkaitan dengan proses pembebasan lahan di sepanjang Sungai BKT, kata dia, Pemkot Semarang terus melakukan sosialisasi kepada warga dan sejauh ini tidak ada kendala berarti.

“Kami juga sudah menginventarisasi warga. Jadi, ketika lelang sudah selesai, masyarakat bisa segera dipindahkan ke Pasar Klitikan Penggaron dan rusun-rusun yang sudah disiapkan,” katanya.

Sesuai dengan inventarisasi Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana, setidaknya ada 4.097 bidang bangunan yang ada di sepanjang bantaran Sungai BKT yang terkena dampak normalisasi.  (EL)

Advertisements