Home Lintas Jateng Nilai Ganti Rugi Lahan Tambak Lorok Jangan Rugikan Warga 

Nilai Ganti Rugi Lahan Tambak Lorok Jangan Rugikan Warga 

Proyek nasional, kampung nelayan Tambaklorok bakal diubah jadi kampung bahari.

Semarang, 5/8 (BeritaJateng.net) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyatakan pembangunan kampung bahari di kawasan Tambaklorok untuk kepentingan masyarakat yang akan merasakan peningkatan ekonomi.

“Saya sudah ketemu dan berkoordinasi dengan tim Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dengan litbangnya dan pelaksana di Tambaklorok,” katanya di Semarang.

Menurut dia, Kampung Bahari Tambaklorok harus segera terealisasi karena proyeknya juga sudah berjalan dan Pemerintah Kota Semarang sudah mengalokasikan anggaran untuk pembebasan lahan warga.

Ia mempersilakan warga mengajukan permintaan untuk nilai ganti untung atas lahannya yang dibebaskan dan sepanjang sesuai dengan batas appraisal yang ditetapkan nantinya pasti akan dipenuhi.

“Persoalan muncul jika harga (nilai lahan, red.) yang diinginkan warga tidak sesuai dengan appraisal yang ditetapkan. Nanti, pasti akan terjadi negosiasi,” kata Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi.

Namun, Hendi menegaskan pada prinsipnya pemerintah tidak ingin menyengsarakan rakyatnya demi percepatan pembangunan, sebab pembangunan dilakukan untuk kepentingan masyarakat secara luas.

“Kami tidak ingin menyengsarakan masyarakat, tidak ingin masyarakat menderita kerugian akibat sebuah percepatan pembangunan. Berapapun mintanya, sepanjang batas appraisal pasti dipenuhi,” katanya.

Maka dari itu, ia meminta masyarakat yang lahannya terdampak pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok untuk ikhlas dan legawa merelakan lahannya untuk kepentingan masyarakat yang lebih besar.

“Karena ini tidak bicara tanahnya berkurang berapa, tetapi hasil pembangunan ini bisa meningkatkan nilai ekonomi seluruh warga Tambaklorok. Makanya, mari kita sukseskan bersama,” katanya.

Kepala Bidang Perencanaan Bappeda Kota Semarang M. Farchan menjelaskan proses pengerjaan Kampung Bahari Tambaklorok masih sesuai rencana meski belum ada titik temu mengenai pembebasan lahan.

Pembangunan jalan lingkungan dan drainase, lanjut dia, sudah mencapai 85 persen, demikian pula pembangunan rumah apung untuk prototipe yang sekarang ini sudah mulai tahap penyiapan material.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi meminta tim appraisal untuk cermat dalam penetapan nilai ganti untung dan warga juga harus merelakan lahannya dengan nilai appraisal tersebut.

“Kami berharap warga bisa merelakan lahannya supaya pekerjaan segera selesai dan dirasakan manfaatnya. Ini bisa meningkatkan perekonomian Tambaklorok,” kata politikus PDI Perjuangan itu. (Bj05)

Advertisements