7 Syarat Sah Puasa di Bulan Ramadan, Jangan Sampai Terlewat!

Bulan Ramadan sebagai bulan suci umat Islam, selalu dinantikan setiap tahunnya. Tidak hanya menjalankan puasa saja, amalan lain pun yang dikerjakan selama bulan suci ini akan mendapat amalan yang dilipat gandakan.

Puasa merupakan salah satu dari lima rukun Islam yang wajib dilaksanakan. Namun, untuk menjalankan puasa dengan sah, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.

Syarat-syarat ini tidak hanya berdasarkan ajaran dalam Islam, tetapi juga lebih menekankan ketaatan setiap muslimin dan kebersihan jiwa.

Lalu, apa saja syarat sah puasa? Mari kita simak ulasan secara lengkapnya dibawah ini.

1. Niat

Sebelum melaksanakan puasa, hendaknya meluruskan dan menanamkan niat yang tulus karena Allah SWT.

Puasa tidak akan sah tanpa niat yang tulus dan ikhlas. Niat merupakan pondasi utama sebelum melaksanakan puasa selama satu bulan penuh.

Niat haruslah bersifat khusus untuk ibadah puasa Ramadan, dimulai sebelum terbit fajar hingga waktu magrib tiba.

 

2. Menghindari Makan, Minum, dan Perbuatan yang Membatalkan Puasa

Puasa berarti menahan diri dari makan, minum, dan hubungan suami istri, mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.

Mengkonsumsi makanan, minuman, dan melakukan hubungan suami istri secara sengaja selama waktu siang hari akan membatalkan puasa.

Demikian pula dengan perbuatan-perbuatan yang secara syar’i dianggap membatalkan puasa seperti muntah dengan sengaja, menstruasi bagi wanita, dan Nifas bagi ibu setelah melahirkan.

 

3. Mengerti Batasan Waktu

Puasa berarti menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa. Puasa dimulai sejak subuh hingga magrib.

Oleh karena itu, penting bagi umat Islam untuk memahami batasan waktu yang telah ditetapkan dalam menjalankan ibadah puasa ini.

Hal ini terkecuali, bagi anak-anak yang masih belajar puasa, boleh mengerjakan setengah waktu.

 

4. Baligh dan Berakal

Puasa hanya wajib bagi muslim yang telah baligh dan berakal.  Bagi anak-anak yang belum mencapai usia baligh, puasa tidak diharuskan (wajib), meskipun dianjurkan untuk memulai latihan puasa secara bertahap.

 

5. Sehat

Badan yang sehat merupakan salah satu syarat sah untuk melaksanakan ibadah puasa. Sehingga bagi muslimin yang sedang terganggu kesehatannya, maka tidak diwajibkan berpuasa.

Namun, bagi orang yang tengah sakit, puasanya bisa diganti kemudian hari setelah pulih.

 

6. Menjauhi Perbuatan Terlarang

Puasa tidak hanya menahan lapar dan haus saja, tetapi juga menuntut untuk menjauhi segala bentuk perbuatan terlarang, seperti berdusta, berkata kasar, atau melakukan tindakan tidak bermoral lainnya

Puasa Ramadan merupakan kesempatan untuk membersihkan diri dan mendekatkan kepada Allah SWT dengan menjalankan ibadah dengan penuh ketulusan dan kesadaran.

 

7. Niat untuk Mencari Keridoan Allah SWT

Puasa tidak hanya tentang menahan diri dari makan, minum, beserta hal lain yang dapat membatalkannya. Tetapi juga merupakan wujud pengabdian diri kepada sang pencipta

Bersamaan dengan niat yang tulus dan ikhlas, juga keyakinan untuk mencari ridha Allah, ibadah puasa akan menjadi lebih bermakna dan mendatangkan berkah yang melimpah.

Itulah ketujuh syarat sah puasa yang dapat kita aplikasikan, agar mendapat keridoan-Nya, dan kebaikan yang dapat dirasakan.

Kesadaran pentingnya puasa juga bukan hanya berdampak bagi diri sendiri tetapi berdampak dengan hubungan manusia dan Pencinta Alam Semesta yakni Allah SWT.

Puasa di bulan Ramadan akan menjadi ibadah yang diterima di sisi Allah dan juga membawa keberkahan.(*)

Array
Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup