Home Lintas Jateng Nelayan Kebumen Hadapi Ombak Tinggi

Nelayan Kebumen Hadapi Ombak Tinggi

Kebumen, 7/1 (BeritaJateng.net) – Para nelayan di Kebumen, Jawa Tengah, masih menghadapi ombak yang tinggi sehingga belum banyak yang melaut sampai ke tempat yang jauh dari pantai, kata Saman, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Kebumen.

“Kalau perkiraan kami, nanti bulan Februari baru kondisi ombak cenderung normal, sehingga kami baru bisa beraktivitas seperti biasa bulan depan,” katanya di Kebumen, Rabu.

Ia mengatakan ombak dengan ketinggian antara tiga hingga 3,5 meter dengan arus bawah yang cukup kuat terjadi di perairan selatan Kabupaten Kebumen sejak Desember 2014.

Ia menyebut situasi di perairan setempat masih ekstrem sehingga berbahaya untuk keselamatan nelayan yang akan menangkap ikan hingga tempat yang jauh dari pantai atau tempat dalam.

Sebagian kecil nelayan setempat seperti di Kecamatan Karangduwur, katanya, mencari ikan di daerah pinggir pantai dengan hasil tangkapan, antara lain rajungan, lobster, dan ubur-ubur.

Ia menyebut jumlah nelayan Kebumen hingga saat ini sekitar tiga ribu orang tersebar di berbagai kawasan pantai selatan Jawa Tengah tersebut.

“Sebagian besar lainnya bekerja sebagai petani, namun kehidupan utama mereka tetap sebagai nelayan, hanya kalau situasi perairan sedang tidak kondusif atau ekstrem, sebagian besar beralih kegiatan dengan menggarap sawah,” katanya.

Harga rajungan hasil tangkapan nelayan setempat saat ini, antara Rp45.000-Rp46.000 per kilogram, lobster merah Rp250.000-Rp350.000, lobster hijau Rp250.000-Rp450.000, lobster mutiara Rp600.000-Rp1 juta, dan ubur-ubur Rp1.300-Rp1.500.

Saman juga mengatakan bahwa kapal-kapal nelayan setempat menggunakan bahan bakar minyak jenis premium.

“Umumnya nelayan kami menggunakan bensin,” katanya.

Ia mengatakan penurunan harga BBM belum lama ini, berpengaruh sedikit terhadap kegiatan nelayan.

“Karena mengurangi beban biaya operasional nelayan, tetapi harga alat tangkap seperti jaring masih tetap tinggi,” katanya. (ant/BJ)