Home Headline Narapidana Nusakambangan Kendalikan Peredaran Narkoba 

Narapidana Nusakambangan Kendalikan Peredaran Narkoba 

narkoba

Semarang, 15/4 (Beritajateng.net) – Kasus peredaran narkoba yang dikendalikan narapidana dari dalam sel tahanan Nusakambangan kembali terjadi. Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mengungkap pengedar narkoba berinisial AF yang menjalankan peredaran narkoba dari dalam jeruji besi lapas Nusakambangan, Cilacap.

Penangkapan AF merupakan hasil pendalaman dari penangkapan seorang pengedar narkoba berinisial SS di Sukoharjo. SS ditangkap petugas BNNP Jateng pada Kamis (9/4) lalu sekitar pukul 00.30 WIB di Kawasan Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. 

Ia tertangkap tangan oleh petugas ketika membawa narkotika jenis shabu seberat 5 gram. Kemudian pelaku SS diminta petugas untuk menunjukkan kontrakan di Desa Talang Banaran, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Amrin Remico mengatakan, ketika tim dari BNNP Jateng memeriksa rumah kontrakan SS, ternyata tim menemukan barang bukti lainnya. 

“Di rumah kontrakan itu ditemukan 14 paket kecil berisi sabu, satu paket sabu seberat 5 gram dan 1 paket sabu seberat kurang lebih 19,9 gram, alat timbangan, plastik kosong beberapa bungkus, gunting, lakban, bong, beberapa korek dan satu unit sepeda motor,” kata Amrin kepada wartawan saat jumpa pers di Kantor BNNP Jateng di Jalan Madukoro, Kota Semarang, Kamis (15/4).

Amin menambahkan, dari pendalaman tersangka SS mengaku bahwa barang bukti merupakan kiriman dari AF warga binaan Lapas Batu, Nusakambangan Cilacap. Sementara SS bertugas mengedarkannya di daerah Sukoharjo. BBNP segera berkoordinasi dengan Kanwil Kemenkum HAM Jateng untuk melakukan pemeriksaan di sel ruang tahanan AF.

“Di dalam sel ditemukan handphone diduga untuk berkomunikasi dengan SS yang telah kami tangkap sebelumnya di Sukoharjo. AF, kita periksa dan kita dalami untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ungkap Kepala BNNP Jateng itu.

Amrin memaparkan, sampai saat ini petugas BNN Propinsi Jateng masih melakukan penyelidikan terkait kurir dan sistem pembayaran yang dilakukan oleh jaringan yang dikendalikan di dalam Lapas Nusakambangan, Cilacap ini.

“Masih kita buru kurirnya karena kurir ini pengantar yang bisa berperan dalam soal pengiriman dan pembayaran. Selain itu, ada dugaan perantara antara SS dan AF inilah yang dikendalikan AF jika mengirim barang ke SS. Pembayaran bisa melalui e-banking maupun cash and carry lewat kurir tersebut,” paparnya.

Kini untuk mempermudah proses penyelidikan, AF yang merupakan warga binaan Lapas Nusakambangan, Cilacap dipindahkan ke Lapas Kedungpane Kota Semarang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Selain mengungkap peredaran narkotika yang dikendalikan di dalam Lapas Nusakambangan, BNN Propinsi Jateng juga menangkap dua pengedar narkotik lainnya. Keduanya ditangkap di Kota Semarang dan di Surakarta.

“Di Kota Semarang, petugas berhasil menangkap tersangka EK dan berhasil mengamankan sebanyak 5 gram sabu, 1 unit hand phone dan 1 unit sepeda motor di daerah Pedurungan Kidul, Kota Semarang,” ungkapnya.

Kemudian di Surakarta, petugas BNN Propinsi Jateng mengamankan tersangka HR dan menangkap tangan di Jalan Dr Oen Surakarta dan mengamankan barang bukti berupa narkoba jenis sabu seberat 5 gram, 1 buah handphone dan 1 unit sepeda motor.

“Ketiga kasus ini terungkap setelah kita menurunkan beberapa tim dari BNN Propinsi Jateng dalam kurun waktu dua minggu ini dan berhasil mengungkap tiga kasus tersebut,” pungkasnya. (BJ04)