Home Headline Nantang Satgas Covid-19 di Sosmed, Kios Burjo di Puspowarno Dibongkar Satpol

Nantang Satgas Covid-19 di Sosmed, Kios Burjo di Puspowarno Dibongkar Satpol

Petugas Satpol PP Kota Semarang membongkar PKL Burjo di Puspowarno Raya Semarang.

Semarang, 30/6 (BeritaJateng.net) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang membongkar lapak kios Burjo Priyangan, di Jalan Puspowarno Raya, Semarang Barat, pada Rabu (30/6) pagi.

Pembongkaran tersebut dilakukan lantaran diduga pemilik warung menantang dan meremehkan Satgas Covid-19 Kota Semarang di media sosial.

Pantauan di lapangan, petugas Satpol PP kota Semarang bergerak cepat merobohkan bangunan tersebut mulai pukul 08.30 hingga 09.00 WIB.

Meski pemilik warung sempat protes dan terjadi adu mulut namun petugas dengan cepat merobohkan bangunan menggunakan palu jumbo dan linggis.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto menjelaskan bahwa pembongkaran dilakukan karena diduga pengelola warung berkoar-koar menghina dan menantang Satgas Covid-19 di media sosial beberapa waktu yang lalu dengan nada provokatif.

Pemilik Burjo tersebut menuliskan “saya pemilik Warmindo, buka 24 jam tapi Satpol PP engga datang menindak. Saya pemilik togel, Satpol PP juga engga dateng. Silahkan kalau mau turun, saya tantang”.

“Ini berarti kan menjelek-jelekan satgas covid-19” beber Fajar

Melihat hal itu, pihaknya merasa geram. Kemudian pihaknya pun menyegel tempat usaha tersebut pada Minggu (27/6) malam kemarin. Hingga akhirnya berlanjut pada penyegelan hari ini.

“Pemilik warung ini menghina kita di media sosial udah sebanyak sekitar lima kali,” jelasnya.

Selain itu, pelanggaran lain yang dilakukan pihak pengelola warung, kata dia, yakni operasionalnya melebihi batas waktu jam 20.00 wib. Padahal dalam peraturan walikota Semarang tentang pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) sudah jelas batas operasional sektor usaha sampai pukul 20.00 WIB.

“Warung ini bandel, operasional sampai jam 22.00,” ungkap dia.

Dia pun mengimbau masyarakat umum agar tidak asal posting di media sosial apalagi sampai menghina Satgas Covid. Sebab pihaknya tak segan menindak tegas.

“Untuk warga, jangan asal main media sosial. Kalau menghina, akan kami proses sesuai hukum yang berlaku,” tandas Fajar.

Sementara itu, pemilik warung bernama Suroso tak mau berkomentar terkait hal tersebut. “Saya enggak usah komentar. Takut salah,” kata Suroso. (Ak/El)