Home News Update Naikin Tarif Parkir Seenaknya, Jukir Ditegur Bupati

Naikin Tarif Parkir Seenaknya, Jukir Ditegur Bupati

Bupati Banyumas Achmad Husein menegur tukang parkir yang menaikan tarif parkir seenaknya sendiri.

Puwokerto, 3/7 (BeritaJateng.net) – Menjelang Idul Fitri, tarif parkir liar semakin meresahkan masyarakat Kota Purwokerto. Tidak hanya di pusat-pusat perbelanjaan dan pasar tradisional saja, tetapi kenaikan tarif parkir liar ini juga merambah hingga ke tingkat kelurahan serta RT-RW.

Menyikapi hal tersebut, Bupati Banyumas, Achmad Husein, Minggu (3/7) melakukan sidak ke beberapa lokasi parkir di Kota Purwokerto. Husein menyaksikan sendiri adanya kenaikan tarif parkir di luar ketentuan, di kompleks alun-alun Purwokerto misalnya, parkir sepeda motor ditarik Rp 2 ribu dan mobil Rp 4 ribu.

Hal yang sama juga terjadi di parkir komplek pertokoan Kebondalem, Purwokerto. Bahkan di Pasar Wage, sepeda motor dikenakan tarif Rp 2 ribu dan mobil Rp 5 ribu.

ʺPak, kalau menarik parkir harus sesuai tarif, sesuai aturan, yaitu untuk sepeda motor Rp 1000 dan untuk mobil Rp 2 ribu. Kalau ditarik lebih, artinya njenengan melanggar aturan,ʺ kata Husein kepada salah satu tukang parkir di Kebondalem.

Namun, hanya berselang 5 menit setelah bupati meninggalkan lokasi parkir, petugas parkir tersebut tetap menarik Rp 2 ribu untuk sepeda motor. Dian AP, warga Patikraja mengatakan ditarik parkir Rp 2 ribu, hanya berselang 5 menit, setelah tukang parkir tersebut diberi penjelasan oleh bupati.

ʺSaya protes, kan tadi Pak Bupati bilang tarifnya harus sesuai aturan, nanti saya laporkan ke Pak Bupati lho. Tukang parkirnya sama sekali tidak takut, malah ia menyebut namanya dan menyuruh saya melapor ke bupati, yang penting sekarang bayar parkirnya Rp 2 ribu,ʺ tutur Dian.

Fenomena tarif parkir Lebaran ini juga melanda sampai ke tingkat kelurahan. Di Kelurahan Karangwangkal, Kecamatan Purwokerto Utara, salah satu ketua RT sampai mengeluarkan surat edaran tentang penarikan parkir kepada warung-warung dan kios di wilayahnya.

Melihat kondisi tersebut, Bupati mengaku, tidak bisa melakukan penanganan secara ektrim, tetapi harus bertahap. Husein juga berencana akan memasang spanduk tentang tarif parkir di pusat keramaian.

ʺSetelah nanti kita pasang spanduk, kita lihat perkembangannya, kalau masih tetap bandel, tentu akan ada pihak-pihak berwenang yang turun tangan,ʺ katanya. (BJ33)