Home Hukum dan Kriminal Nah Lho…Penjahat Ini Terinspirasi Berita Kriminal di Televisi

Nah Lho…Penjahat Ini Terinspirasi Berita Kriminal di Televisi

image
Tersangka penipuan yang mengaku polisi saat gelar perkara di Mapolres Kudus

Kudus, 25/6 (Beritajateng.net)-Pelaku penipuan dengan modus mengaku anggota Satres Narkoba Polres Kudus yang terjadi pada Jumat (12/6) lalu, berhasil ditangkap. Pelaku yang saat beraksi mengaku bernama Bripda Edi Lukito, ternyata bernama asli Uut Rivai alias Yoga (31) warga Sukolilo, Kabupaten Pati.

Kapolres Kudus AKBP M Kurniawan didampingi Kasat Reskrim AKP Hepy Pria Ambara saat gelar perkara di Mapolres Kudus, Kamis (25/6) mengatakan, pelaku berhasil ditangkap beberapa hari setelah kejadian. Menurutnya, keberhasilan pengungkapan tersebut berkat kecepatan korban melapor ke polisi sesaat setelah kejadian.

”Inisiatif korban melaporkan kejadian serta memberikan keterangan rinci termasuk ciri-ciri fisik pelakunya sangat membantu petugas melakukan pengejaran,” jelasnya.

Ditambahkan Kasat Reskrim, penipuan yang dilakukan tersangka bermula ketika korban F (19) mahasiswi perguruan tinggi di Kudus sedang dalam perjalanan pulang dengan mengendarai sepeda motor. Sekitar pukul 17.00 WIB atau saat motor korban berhenti di perempatan Krawang, pelaku yang juga mengendarai sepeda motor mendekati motor korban.

”Ketika  kendaraan pelaku berhasil mendekati kendaraan korban yang sama-sama berhenti karena lampu merah, pelaku mengatakan bahwa kendaraan yang dikendarai korban pernah digunakan untuk transaksi narkoba,” jelasnya.

Setelah berbicara beberapa saat dengan korban, orang yang mengaku berpangkat Bripda dan bernama Edi Lukito petugas dari Satres Narkoba Polres Kudus ini, mengajak calon korbannya ke sebuah hotel di Jalan Lingkar Kudus. Korban terpaksa mengikuti ajakan pelaku karena dibawah ancaman jika tidak menuruti akan diproses di kantor polisi.

Namun apa yang terjadi, masih kata Kasat, setelah mendekati hotel pelaku minta KTP korban untuk keperluan chekin. Korban yang dalam kondisi ketakutan hanya bisa pasrah dan menuruti apa yang diminta oleh pelaku.

”Saat sudah berada di dalam kamar hotel, pelaku minta korban menyerahkan seluruh barang berharga miliknya jika kasusnya tidak ingin diproses,” tegasnya.

Dalam kondisi seperti itu, menurut pengakuan korban dalam laporannya dirinya hanya bisa pasrah ketika menyerahkan sebuah laptop, dua buah smartphone, kartu ATM, dan sepasang anting seberat 1,5 gram. Setelah mendapat barang-barang itu, lalu korban ditinggal begitu saja.

Informasi yang diperoleh Beritajateng.net di lapangan, dalam kejadian tersebut tersangka sempat berbuat asusila kepada korban. Namun, informasi ini dibantah oleh Hepy maupun oleh tersangka.

”Berdasar pengakuan tersangka, dia tidak melakukan perbuatan itu. Hanya merampas barang berharga lalu ditinggal di kamar hotel,” jelasnya.

Sedangkan menurut pengakuan tersangka, kejahatan itu dilakukan karena dirinya butuh banyak uang untuk membayar utang. Dia mengatakan, memilih modus penipuan dengan menyaru polisi karena terinspirasi dari seringnya menonton berita-berita kriminal di televisi.

”Pertama karena saya melihat korban fisiknya kecil dan saya nilai mudah untuk diintimidasi dengan mengaku anggota polisi. Kalau ada informasi saya melakukan perbuatan asusila, itu tidak benar karena saya tidak melakukannya,” katanya.

Dalam perkara ini, polisi berhasil menyita barang bukti berupa satu unit sepeda motor Yamaha Xeon, sebuah ponsel, sebuah laptop, dan uang tunai  Rp 300 ribu sisa hasil penjualan satu smartphone dan menguras isi ATM korban. Polisi menjerat tersangka dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan. (BJ12)