Home Lintas Jateng Mustofa : Silahkan Diusut Kalau Ada Penyelewengan

Mustofa : Silahkan Diusut Kalau Ada Penyelewengan

Kudus, 2/1 (Beritajateng.net) – Kejaksaan Negeri Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, dipersilakan mengusut jika memang ada dugaan terjadinya penyelewengan bantuan ternak kambing dari pemerintah kabupaten kepada kelompok peternak, kata Bupati Kudus Musthofa.

“Untuk itu, penerima bantuan ternak harus sungguh-sungguh dalam memelihara kambing bantuan tersebut. Jangan sampai ketika dicek justru kambing orang lain yang diperlihatkan,” ujarnya di hadapan ratusan penerima bantuan hibah kambing di Pasar Hewan Kudus, Jumat.

Ia mengatakan, jika terbukti ada yang menyalahgunaan ternak bantuan tersebut, biarlah Kejari Kudus mengusutnya karena pemkab sudah berupaya memberikan bantuan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka lewat pengembangan usaha ternak.

Apalagi, lanjut dia, para penerima bantuan ternak tersebut juga sudah dididik tata cara beternak kambing yang benar di Balai Latihan Kerja (BLK) Kudus.

Jika ada kambing yang mati, kata dia, harus dibuatkan berita acaranya.

“Bagi kelompok yang berhasil mengembangkan kambing bantuan tersebut hingga beranak akan diberikan hadiah dan nanti juga diundang ke pendopo,” ujarnya.

Ia berharap, camat dan kepala desa setempat juga terlibat dalam proses monitoring dan evaluasi.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Kudus Ludful Hakim mengungkapkan, jumlah kambing yang diserahkan sebanyak 630 ekor untuk 26 kelompok peternak yang tersebar di sembilan kecamatan.

Setiap kelompok yang terdiri atas 10 orang, kata dia, mendapatkan bantuan 25 ekor kambing, sebanyak lima ekor di antaranya kambing jantan dan selebihnya betina.

Pada kesempatan yang sama, juga diserahkan bantuan bibit ikan nila 1 kuintal terhadap dua kelompok budi daya ikan.

Nantinya, kata dia, penerima bantuan hewan ternak akan dimonitoring guna memastikan keseriusan mereka memelihara kambing karena sebelumnya juga mendapatkan pelatihan memelihara hewan ternak.

Para peternak, katanya, tidak hanya menerima kambing, melainkan menerima bantuan kandang dan makanan ternak.

Muafiq, salah satu penerima bantuan kambing yang tergabung dalam kelompok kembangarum dari Desa Gondoharum, Jekulo, mengakui, berterima kasih mendapatkan bantuan ternak.

“Saya juga sudah mendapatkan pengetahuan dalam memelihara kambing yang benar, termasuk cara memberikan makanan yang bergizi,” ujarnya.

Untuk menghindari rasa iri antar anggota, kata dia, sudah ada kesepakatan bersama soal tanggung jawab dari masing-masing anggota dalam hal perawatan kambing dan kewajibannya dalam perawatan kandang.

Ia mengakui, siap untuk tidak menjualnya dengan catatan memang bisa beranak.

“Jika tidak bisa beranak, tentu tidak ada salahnya ditukar dengan kambing yang lebih berkualitas karena tujuannya agar bisa beranak dalam jumlah banyak,” ujarnya.

Berdasarkan dokumen rencana umum pengadaan Pemerintah Kabupaten Kudus tahun 2014, tercatat kegiatan hibah sarana usaha kejuruan bibit kambing dianggarkan Rp1,365 miliar, sedangkan hibah bahan baku bangunan budi daya ikan dan ternak kambing tercatat sebesar Rp237,57 juta. (ant/BJ)