Home Ekbis Musim Hujan, Produksi Genteng Sleman Turun

Musim Hujan, Produksi Genteng Sleman Turun

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Sleman, 15/1 (Antara) – Produksi bahan bangunan genteng di sentra industri genteng Desa Sidoluhur, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta turun drastis seiring datangnya musim hujan.

“Pada musim hujan ini produksi genteng turun hingga 50 persen. Selain itu produksi genteng juga terkendala semakin sulitnya mencari bahan baku tanah liat,” kata perajin genteng di Sidoluhur, Tugiono, Kamis.

Menurut dia, hujan sangat memengaruhi aktivitas pengeringan hasil cetakan genteng, baik yang pres maupun tradisional.

“Jika biasanya dalam sehari kami mampu memproduksi sekitar 400 biji genteng, saat kondisi hujan seperti ini hanya bisa memproduksi sekitar 200 biji saja,” katanya.

Ia mengatakan, dengan kondisi hujan ini waktu pengeringan jauh lebih lama, yakni bisa mencapai satu minggu baru kering.

“Proses pengeringan hampir satu minggu itupun kadang pengeringan tidak maksimal,” katanya.

Tugiono mengatakan, selain terkendala masalah pengeringan, perajin genteng saat ini juga dihadapkan semakin sulitnya mencari bahan baku berupa tanah liat.

“Harga tanah liat saat ini juga semakin naik setelah kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu. Meskipun harga BBM sudah turun sedikit, harga tanah liat tidak otomatis ikut turun,” katanya.

Ia mengatakan, untuk harga tanah liat per satu rit mobil pick up saat ini bisa mencapai Rp400 ribu, sementara untuk satu truk mencapai Rp700 ribu.

“Harga tanah liat tersebut naik sekitar Rp100 ribu dari harga sebelumnya,” katanya.

Sedangkan perajin genteng lainnya Widodo mengatakan, musim hujan ini tidak hanya menyebabkan sulitnya proses pengeringan, tetapi juga naiknya harga genteng di pasaran.

“Sebelumnya dari setiap 1.000 genteng dijual Rp1,3 juta, melonjak menjadi Rp1,7 juta,” katanya.

Ia mengatakan, masyarakat Sidoluhur Godean ini, mayoritas menggantungkan hidup dari membuat genteng tanah liat serta batu bata.

“Selama ini produksi genteng dan batu bata dipasarkan di sejumlah daerah seperti Wonosari, Gunung Kidul, Bantul hingga Klaten, Jawa Tengah,” katanya.(ant/bj02)

Advertisements