Home Nasional Mungkinkah SIM-STNK-BPKB-TNKB Berlaku Seumur Hidup ?

Mungkinkah SIM-STNK-BPKB-TNKB Berlaku Seumur Hidup ?

@PolresBogorKota · 20 mnt 20 menit yang lalu - Layanan SIM Keliling Kota Bogor khusus melayani perpanjangan masa berlaku SIM A dan C Kota Bogor #beritajateng.net

Jakarta, 1/5 (BeritaJateng.net) – Presiden Jokowi perlu mengelurkan kebijakan agar SIM, STNK, BPKB, dan TNKB masa berlakunya seumur hidup. Desakan ini disampaikan menanggapi pernyataan Presiden tentang masih buruknya pelayanan SIM, STNK, BPKB, dan TNKB.

“Kami menilai, buruknya pelayanan di lingkungan lalulintas akibat terlalu banyaknya kepentingan yang bermain, mulai dari kepentingan tingkat tinggi dalam proyek pengadaan hingga kepentinggan tingkat bawah, yakni percalonan. Jika berbagai kepentingan ini masih mengkoptasi, jangan harap pelayanan di jajaran lalulintas Polri akan berjalan ideal, seperti yang diinginkan Presiden Jokowi,” ujar Neta S Pane, ketua presidium IPW.

Menurutnya, salah satu cara untuk memutus mata rantai kepentingan yang mengkoptasi itu adalah menjadikan masa berlaku seumur hidup untuk SIM, STNK, BPKB dan TNKB. Sehingga aksi percaloan bisa dipangkas. Kemudian proses pengurusan atau pembayaran pajak harus dilakukan lewat bank, misalnya dengan ATM.

“Dengan diterapkannya masa berlaku seumur hidup untuk SIM, STNK, BPKB,
dan TNKB, proyek penggadaannya tidak lagi menarik perhatian untuk
dipatgulipat oleh mafia proyek. Selama ini, setiap tahunnya proyek
pengadaan untuk SIM, STNK, BPKB dan TNKB nilainya lebih dari Rp 1,3
triliun, sehingga selalu menjadi inceran mafia proyek,” tambahnya.

Untuk diketahui, Tahun 2015 proyek pengadaan materiil STNK Rp 285,8 miliar, BPKB Rp 274,8 miliar, dan TNKB Rp 370,9 miliar. Begitu juga, jika SIM, STNK,BPKB, dan TNKB diperpanjang dalam periode tertentu, aksi percaloan akan marak.

“Oknum-oknum tertentu cenderung memperlambat proses pengurusan agar masyarakat mengeluarkan dana ekstra untuk calo atau pungli,” tambahnya.

Di banyak negara, masa berlaku SIM dan lain-lain umumnya seumur hidup dan
pengawasannya diperketat dan hukuman bagi pelanggarnya sangat tegas.

Buruknya pelayanan SIM, STNK, BPKB, dan TNKB tidak hanya membuat Presiden kesal, tapi juga kerap membuat citra Polri kian rusak.

“Untuk itu, Presiden harus segera mendorong perbaikan yang signifikan dalam pelayanan yang dilakukan Polri ini. Apa lagi saat ini pimpinan jajaran Korlantas dari pusat hingga daerah, terutama di lingkungan Polda Metro Jaya sudah diduduki pejabat baru. Jika mereka tidak mampu membawa
perubahan yang diinginkan Presiden, sebaiknya segera dicopot dan diganti dengan pejabat yang berkomitmen tinggi,” pungkasnya. (BJ)