Home Headline Mulai Senin, Jam Operasional Truk Tronton Kontainer Dibatasi Melintas Turunan Silayur

Mulai Senin, Jam Operasional Truk Tronton Kontainer Dibatasi Melintas Turunan Silayur

Walikota Semarang Hendrar Prihadi meninjau lokasi pemasangan rambu peringatan di turunan Silayur yang kerap teradi kecelakaan.

Semarang, 3/3 (BeritaJateng.net) – Pembatasan jam operasional bagi kendaraan besar, seperti truk, kontainer dan tronton dengan muatan berat lebih dari 8 ton akan diberlakukan di tanjakan Silayur, Silayur Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan.

Hal tersebut dilakukan menyusul tingginya tingkat kecelakaan lalu lintas akibat kendaraan besar yang mengalami rem blong saat melintasi turunan Silayur.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, cukup prihatin dengan kecelakaan yang sering terjadi di tanjakan Silayur. Oleh karena itu, Pemerintah melalui Dinas Perhubungan (Dishub) akan memberlakukan sistem pembatasan jam operasi khusus kendaraan berat.

Truk bermuatan berat di atas 8 ton, hanya boleh melintas pada pukul 23.00 sampai 04.00 pagi. Pembatasan jam operasi ini akan mulai diberlakukan mulai Senin (6/3).
Hanya saja, pembatasan tersebut khusus untuk kendaraan besar yang melintas dari atas, sementara kendaraan besar dari bawah masih tetap diizinkan.

“Kami cukup prihatin dengan seringnya terjadi kecelakaan di tanjakan Silayur, maka kami pun harus segera megambil langkah untuk menekan angka kecelakaan tersebut,” katanya, saat meninjau lokasi tanjakan Silayur.

Pada kesempatan tersebut Wali Kota juga menyempatkan untuk menjenguk sejumlah korban luka akibat kecelakaan di tanjakan Silayur, Kamis (2/3) yang dirawat di RS Permata Medika.

Diakuinya, dengan adanya kawasan industri BSB maka Jalan Prof. Hamka banyak kendaraan besar dengan muatan berat yang melintas. Karena itu, dia menghimbau kepada para pengusaha untuk menyiapkan armadanya dengan baik, karena turunan Silayur yang panjang membutuhkan kendaraan dengan kondisi prima.

Wali Kota menyatakan, untuk pemberlakukan aturan pembatasan jam operasi tersebut, Dishub bersama Satlantas akan melakukan sosialisasi, kepada pengusaha-pengusaha yang ada di Kawasan Industri BSB. “Nanti satu sampai dua minggu awal petugas akan berjaga, dan setelah itu jika masih ada yang melanggar akan diberlakukan tilang,” katanya.

Selain memberlakukan pembatasan jam operasional, Dishub saat ini juga memasang rambu-rambu yang bertuliskan ‘Turunan Tajam Pindah Gigi Rendah’ di sisi atas jalur turunan Silayur. “Selain itu juga akan dipasang pita kejut, dan lampu kedap-kedip untuk meningkatkan kewaspadaan pengendaran,”ucapnya. (El)

Advertisements