Home Lintas Jateng Mulai Akhir April, Merokok Sembarangan Dikenai Denda Rp50 Juta

Mulai Akhir April, Merokok Sembarangan Dikenai Denda Rp50 Juta

460

image

Semarang, 2/4 (BeritaJateng.net) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kota Semarang mulai akhir April 2015 lakukan tindak pidana ringan (tipiring) bagi pelanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Semarang Nomor 3 tahun 2013 tentang kawasan tanpa rokok.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyrakat Satpol PP Kota Semarang, Kusnandir mengatakan, sejak 2 Mei 2013 kota Semarang sudah memiliki Perda No. 3 tahun 2013 tentang kawasan tanpa rokok. Namun untuk penerapan Perda hingga saat ini dirasa belum optimal.“Intinya, Perda yang telah disahkan oleh pemerintah kota ini harus kita sosialisasikan pada masyarakat. Sejak Februari – Maret  sudah kita sosialisasikan, dan di akhir April kita laksanakan tidak pidana ringan (tipiring) bagi pelanggar Perda,” ungkap Kusnandir.

Menurutnya, pada awal April ini, pihaknya akan adakan sosialisasi-sosialisasi di tempat-tempat umum, pemasangan leaflet, juga pemasangan papan tanda kawasan tanpa rokok di tujuh area larangan merokok.Harapannya, lanjut Kusnandir, masyarakat yang merokok, memahami area atau kawasan larangan tersebut.

Bukan hanya itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan pemerintah kota dan kantor-kantor untuk menyediakan area smooking yang dikhusukan bagi karyawan-karyawati yang merokok.Ia menambahkan, sesuai Perda, Kawasan Tanpa Rokok (KTR) adalah ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan produksi, penjualan, iklan, promosi dan penggunaan rokok.

Tujuh kawasan yang dimaksud yakni area fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, tempat umum dan tempat lainnya yang ditetapkan menjadi KTR. “Tujuh tempat ini memang harus steril dari asap rokok,” katanya.

Kusnandir menjelaskan, pengawasan yang dilakukan Satpol PP terkait Perda KTR yakni dengan selalu melakukan patroli setiap harinya.“Pada akhir April nanti apabila didapati masyarakat masih merokok di area larangan, maka akan kita tindak sesuai perda tersebut, yakni tipiring denda 50 juta atau kurungan paling lama 3 bulan. Jadi sanksi perda akan kita terapkan akhir april nanti,” ujarnya. (BJ05)