Home Headline MTs Negeri 1 Semarang Diduga Lakukan Pungli Siswa Baru

MTs Negeri 1 Semarang Diduga Lakukan Pungli Siswa Baru

Sempat bersitegang Kepala MTs Negeri 1 Semarang menyangkal telah melakukan pungutan liar. Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jateng Ahmad Zaid membawa bukti fotocopy adanya pungutan siswa baru sebesar Rp. 2,7 juta.

Semarang, 26/7 (BeritaJateng.net) – Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah kembali melakukan sidak ke sekolah-sekolah yang dinilai bermasalah di Kota Semarang. Kali ini giliran MTs Negeri 1 Semarang yang terletak di Jalan Fatmawati Raya diduga melakukan pungutan liar (Pungli) dan dinilai melanggar prosedur pungutan siswa baru kepada walimurid.

“Saya sengaja sidak ke MTs Negeri 1 tanpa pemberitahuan, kami mendapat laporan dari orangtua siswa bahwa di sini diduga ada sumbangan atau pungli yang tak sewajarnya. Karena memang sebenarnya sekolah negeri itu dilarang meminta sumbangan dan kami pun sudah mempunyai bukti,” tegas Kepala Perwakilan Ombudsman Jateng, Ahmad Zaid di hadapan Kepsek MTsN 1 Mudlofir dan para stafnya.

Zaid pun juga menunjukkan salah satu form bukti bahwa orangtua siswa di antaranya harus memberikan sumbangan antara Rp 1.250 juta hingga Rp 2 juta lebih.

“Ini salah satu fotocopy bukti ada yang membayar Rp 2,7 juta. Apalagi saya juga mendapat laporan, pihak guru ada yang melakukan wawancara ke orangtua saat siswa belum diterima dan ditawari untuk memberikan uang sumbangan antara Rp 1.250 juta-Rp 2 juta lebih, dan ini jelas melangggar peraturan. Berbeda kalau sumbangan bekerjasama dengan komite sekolah apabila dilakukan saat siswa sudah diterima masuk sekolah, dan dilakukan secara musyawarah,” jelasnya.

Ditegaskan, atas temuan ini meski pihak sekolah hendak menyangkal atau mengklarifikasi tetap saja salah dalam prosedur saat penerimaan peserta didik baru di tahun ajaran 2016/2017 ini.

“Kami meminta semua orangtua dipanggil dan sumbangan yang sudah di tangan pihak sekolah untuk dikembalikan. Bila semua uang sudah dikembalikan ke orangtua, maka prosedurnya baru boleh melakukan permintaan bantuan sumbangan lewat komite dengan musyawarah,” jelasnya.

Menurutnya, kasus ini juga hampir sama seperti di sekolah MAN 1 Semarang di Jalan Plamongansari Raya. Semua uang akhirnya dikembalikan ke orangtua siswa melalui komite sekolah, karena dalam sumbangan tersebut ada indikasi karena harus ditentukan nominalnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah MTs Negeri 1 Semarang, Mudlofir mengatakan, pihaknya berjanji dalam seminggu ini akan memanggil komite sekolah dan orangtua siswa untuk mengembalikan uang sumbangan.

“Di sekolah kami memang banyak yang harus dibantu soal pembangunan dan fasilitas sekolah, tidak mungkin harus mengandalkan bantuan operasional sekolah (BOS),” pungkasnya. (Bj05)