Home Headline Miris!! Siswa SD Tawuran Gunakan Senjata Tajam Parang 

Miris!! Siswa SD Tawuran Gunakan Senjata Tajam Parang 

Senjata tajam yang dibawa siswa dalam tawuran.

Semarang, 24/11 (BeritaJateng.net) – Sungguh miris! Puluhan siswa SD di Semarang melakukan aksi anarkis tawuran, Kamis (24/11) sekira pukul 13.00 WIB. Berbekal senjata tajam, siswa dari SD Al Khotimah dan PL Gunung Bintik berencana menggunakan senjata tajam untuk menghabisi beberapa murid SD Pekunden, Jalan Taman Pekunden nomor 9, Semarang Tengah.

Beruntung aksi brutal yang memang seharusnya tidak dilakukan para bocah tersebut dapat diredam pihak keamanan sekoalah setempat. Namun dua orang dari mereka berhasil diamankan. B (11), siswa kelas 4 dan ND (8), siswa kelas 1 sempat menangis dan meronta saat hendak dibawa ke Polsek. Sebilah parang yang diduga milik para siswa SD tersebut ikut disita sebagai barang bukti.

Petugas keamanan SD Pekunden Nur Indarto (33) mengatakan, kejadian tersebut diketahuinya saat dia yang sedang berada di pos jaga mendapat laporan dari beberapa murid kalau ada murid dari sekolah lain datang dan hendak menyerang.

“Saya keluar dan melihat ada puluhan anak, ada yang pakai pakaian bebas dan ada yang pakai seragam,” ungkapnya.

Aksi kejar-kejaran menggunakan senjata tajam sempat terjadi hingga dua dari mereka dapat diamankan. “Saya kejar, mereka lari ke arah kampung yang disamping Kampus Unisbank. Dua berhasil saya tangkap, saya juga sempat mengamankan parang,” jelasnya.

Tawuran Antar Siswa SD di Pekunden Semarang, Dua Siswa Membawa Parang Diamankan 
Tawuran Antar Siswa SD di Pekunden Semarang, Dua Siswa Membawa Parang Diamankan

Sementara itu B mengaku, sebelumnya dia tidak tahu kalau akan mendatangi SD Pekunden dan melakukan penyerangan hingga akhirnya dia harus berurusan dengan polisi. Sebab, awalnya dia hanya diminta untuk berkumpul di daerah Randusari, Semarang Selatan untuk merayakan ulang tahun salah satu kakak kelasnya yang duduk di bangku kelas 6 di DP Mall.

B yang saat itu sudah berada di rumah minta izin kepada orang tuanya untuk ke DP Mall atas undangan kakak kelasnya itu. “Ternyata sampai sana (Randusari-red) ada 22 orang yang sudah berkumpul,  tiga dari SD Gunung Brintik lainnya dari SD Al Khotimah termasuk saya,” ungkapnya.

Setelah berkumpul, mereka kemudian berjalan menunju ke DP Mall, namun ditengah perjalanan salah satu dari rombongan tersebut mengatakan bahwa mereka tidak jadi ke DP Mall, namun ke SD Pekunden.

“Di tengah jalan saya baru dikasih tahu kalau mau menyerang SD Pekunden. Katanya, ayo ngentei (menghabis-red) cah (anak-red) SD Pekunden,” ujarnya.

Disinggung terkait permasalahan apa hingga dia dan puluhan rekannya datang ke sekolah tersebut, B mengaku tidak tahu. “Saya tidak tahu, saya hanya diajak,” jelasnya. (Bj)

Advertisements