Home Ekbis Minuman Alkohol Golongan A Siap Ditarik dari Minimarket di Semarang

Minuman Alkohol Golongan A Siap Ditarik dari Minimarket di Semarang

alkohol
 
Semarang, 3/2 (BeritaJateng.Net) – Menanggapi adanya peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 06 Tahun 2015 yang disampaikan  Menteri Perdagangan RI Rachmad Gobel beberapa waktu lalu, jajaran minimarket Alfamart siap menarik semua produk minuman beralkohol golongan A.

Hal ini disampaikan Corporate Communication PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Regional Jawa Tengah, Budi Santoso. Pihaknya akan pro aktif untuk melaksanakan apa yang menjadi ketentuan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Khususnya terkait pengendalian minuman beralkohol di bawah lima persen tersebut.

Menurut Budi, pihaknya bahkan telah melakukan sosialisasi internal, termasuk berkoordinasi dengan para pengusaha untuk segera melakukan penarikan minuman beralkohol golongan A.

Budi Santoso mengungkapkan sebelum ada peraturan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 06/M-DAG/PER/1/2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol, pihaknya telah menerapkan aturan tertentu untuk penjualan minuman beralkohol.

“Konsumen yang ingin membeli minuman beralkohol di tempat kami harus menunjukkan identitas diri, minimal usia 21 tahun,” terangnya.

Ia menambahkan, bila peraturan tersebut diterapkan maka Alfamart akan mengikuti kebijakan pemerintah dengan melakukan penarikan minuman beralkohol golongan A yang beredar di supermarket.

“Prinsipnya semua minimarket Alfamart di Jawa Tengah tidak ada yang boleh menjual lagi, kalau peraturan menghendaki.Kita tidak akan mempersulit dan siap pro aktif dengan ketentuan ini,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kota Semarang, Nurjanah mengatakan saat ini belum menerima himbauan secara tertulis dari Menteri Perdagangan Rachmat Gobel terkait pelarangan minuman beralkohol (minol) golongan A dijual di minimarket.

Meskipun demikian, saat ini pihaknya akan memantau peredaran minol di ratusan supermarket yang tersebar di Semarang.

“Peraturan tersebut akan diterapkan  April nanti, jadi selama dua bulan ini kami akan mengendalikan dan memantau peredaran minol di Semarang,” katanya.

Nurjanah merasa prihatin dengan penjualan minol yang mudah didapat, dia berharap peraturan tersebut dapat mengendalikan peredaran minol di kota Lumpia. (BJ05)