Home Lintas Jateng Minta Transparansi Anggaran Pembangunan Talud, Puluhan Warga Geruduk Balai Desa

Minta Transparansi Anggaran Pembangunan Talud, Puluhan Warga Geruduk Balai Desa

Minta Transparansi Anggaran Pembangunan Talud, Puluhan Warga Geruduk Balai Desa
          BLORA, 19/1 (BeritaJateng.net) –  Puluhan pemuda warga dukuh Kalirejo kecamatan Banjarejo kabupaten Blora  Jumat pagi (19/1/2018) beramai-ramai mendatangi balai desa setempat. Kedatangan warga ini untuk meminta kejelasan kepala desa (kades) setempat terkait hilangnya dana aspirasi pembangunan talud sebesar Rp 100 juta rupiah.
           Kedatangan puluhan warga dilakukan dengan konvoi kendaraan. Setibanya di balai desa, warga kemudian langsung masuk ke dalam untuk menemui kepala desa yang bernama sumilan. Namun keinginan warga untuk bisa menemui kades sempat tertunda karena di saat bersamaan sedang berlangsung musyawarah rencana pembangunan desa (musrenbangdes) di kantor balai desa.
           Ketua karang taruna dusun Kalirejo, Tanjung Irawan mengatakan, kedatangan warga hanya ingin minta keterbukaan dari kades mengenai dana aspirasi dari DPRD sebesar Rp 100 juta untuk pembangunan talud desa. Pasalnya dana Rp 100 juta tersebut hingga saat ini baru diserahkan Rp 42 juta kepada warga melalui kamituwo desa.
          “Kami hanya ingin keterbukaan dari kades saja, kemana uang aspirasi Rp 100 juta itu. Sampai saat ini kami hanya menerima Rp 42 juta itupun diberikan dalam 2 tahap. Trus kemana sisa uangnya,” ucap Tanjung.
         Tanjung mengaku, akibat tidak adanya kejelasan anggaran tesebut, saat ini proyek pembangunan talud berhenti.  “Talud baru jalan 3 hari trus macet 3 hari, saya tanya ke pak kamituwo desa katanya tidak ada uangnya,” imbuhnya.
          Sementara Kades Banjarejo sumilan mengakui hanya memberikan uang sebesar Rp 42 juta. Setelah itu ia ikut Bintek ke Bandungan selama 3 hari sehingga belum sempat memberikan anggaran lagi. Ia juga menepis jika anggaran pembangunan talud habis di tengah jalan.
          “Anggarannya masih ada, saya janji Minggu depan pembangunan talud akan selesai,” tandasnya.
           Sumilan mengaku macetnya pembangunan talud karena adanya kesalahan teknis bukan karena faktor kesengajaan.  “Macetnya pembangunan talud karena masih menunggu tim pelaksana dari dukuh lain. Karena pelaksanaan desa berkembang harus menggunakan panitia dimana kepanitian tersebut harus satu tim dengan dukuh lain,” tutupnya.
(MN/El)