Home Headline Miliki Sabu, Napi Nusakambangan Diringkus

Miliki Sabu, Napi Nusakambangan Diringkus

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Cilacap, 9/3 (BeritaJateng.net) – Seorang narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Batu, Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, diamankan petugas Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Cilacap karena memiliki narkotika jenis sabu-sabu.

“Napi tersebut bernama Jemina Nur Kozin (37), warga Kelurahan Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Surakarta,” kata Kepala Polres Cilacap Ajun Komisaris Besar Polisi Ulung Sampurna Jaya di Cilacap, Senin.

Menurut dia, terungkapnya kasus kepemilikan sabu-sabu itu berkat kerja sama dan koordinasi yang terjalin dengan baik antara Polres Cilacap dan Lapas Batu.

Dalam hal ini, kata dia, pihaknya bersama petugas Lapas Batu melakukan operasi di lembaga pemasyarakatan tersebut.

Saat menggeledah Kamar 7B Lapas Batu, lanjut dia, petugas menemukan bekas bungkus rokok berisi dua paket plastik kecil berisi sabu-sabu seberat 1,3 gram.

Selain itu, petugas juga menemukan satu pakel plastik kecil isi sabu seberat 0,5 gram, satu plastik klip besar berisi sisa sabu seberat 0,002 gram, satu plastik klip kecil berisi sisa sabu seberat 0,002 gram, satu unit telepon seluler Smartfren, satu unit telepon seluler Blackberry, satu unit tablet merek Advan, dan satu unit timbangan digital merek CHQ.

“Total barang bukti sabu-sabu yang ditemukan seberat 1,804 gram,” katanya.

Ia mengatakan bahwa seluruh barang bukti tersebut diketahui milik Jemina Nur Kozin yang sebelumnya telah divonis lima tahun penjara dan baru dijalani dua tahun 10 bulan karena terlibat kasus narkoba.

Setelah diinterogasi singkat, kata dia, Jemina berikut barang bukti segera dibawa ke Polres Cilacap guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Lebih lanjut, Kapolres mengatakan bahwa saat ini Indonesia dalam keadaan darurat narkoba.

“Kami selalu menekankan seluruh jajaran agar dalam penanganan kasus narkoba tidak ‘tedeng aling aling’ (tidak ditutup-tutupi, red.) dan proses penyelidikannya harus sesuai dengan prosedur. Terlebih di Cilacap merupakan daerah rawan narkoba karena terdapat lembaga permasyarakatan yang menaungi berbagai masalah, salah satunya narkoba,” katanya.

Ia mengatakan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan pihak lapas dalam pemberantasan narkoba.

“Dengan penangkapan tersebut, kami masih melakukan penyelidikan apakah napi itu hanya pemakai atau sudah menjadi bandar narkoba,” katanya. (ant/BJ)