Home Kesehatan Meski Kasus Turun, Satpol Minta Warga Semarang Tetap Patuhi Prokes

Meski Kasus Turun, Satpol Minta Warga Semarang Tetap Patuhi Prokes

Kasatpol PP Kota Semarang memakaikan masker pelanggar prokes.

SEMARANG, 24/9 (BeritaJateng.net) – Satpol PP Kota Semarang tidak akan mengendorkan pengawasan terhadap penegakan aturan protokol kesehatan. Kendati sudah semakin banyak masyarakat yang divaksin serta penerapan PPKM level II, bukan berarti penerapan aturan protokol kesehatan dikendurkan.

Justru penerapan protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan agar angka covid tidak mengalami kenaikan. Demikian disampaikan Kabid Penegakan Perda dan Perundang-undangan Satpol PP Kota Semarang, Martin Dacosta, Jumat (24/9).

Saat ditemui usai dialog interaktif bersama DPRD Kota Semarang  Martin Dacosta mengatakan, dalam penegakan perda di level 2 saat PPKM di Kota Semarang lebih fokus pada penerapan protokol kesehatan. “Misalnya wajib memakai masker, tetap menjaga jarak dan lain sebagainya,” ujar Martin Dacosta.

Pihaknya melihat ekonomi masyarakat mulai berjalan, tempat usaha mulai buka, tapi tetap harus mematuhi aturan jam operasional tutup dan bukanya. Berbeda dengan penegakan perda saat kondisi PPKM Darurat, saat ini pihaknya terus melakukan sosilisasi untuk tetap mematuhi prokes, agar kondisi level 2 ini bisa dipertahankan.

“Yang susah mempertahankan kondisi saat ini yang sudah mulai membaik, dengan adanya penurunan level yang sebelumnya dari level 4, sampai di level 2 ini,” katanya.  Diakui dia, saat penerapan perda di lapangan tidak mudah.

Bahkan pernah terjadi gesekan antara anggota dan masyarakat dan sempat ramai di media sosial atas tindakan tegas Satpol PP. Namun, dengan kejadian ini pihaknya bisa merespon dengan cepat sehingga tidak berlarut-larut.

“Kami tidak semata penegakan perda, tetapi bagaimana masyarakat agar tetap bertahan dengan aturan PPKM yang ketat. Banyak yang terjepit, sehingga kami diperintahkan pimpinan untuk menyisihkan sebagian gaji anggota untuk dikembalikan membantu masyarakat,” katanya.

“Kita iuran terkumpul uang senilai Rp 13 Juta lalu dibelikan sembako, untuk membantu yang terdampak covid-19, OTG. Ini disupport dewan, dinsos juga memberikan bansos ke masyarakat,” sambungnya.

Wakil Ketua DPRD Semarang Wahyu Winarto mengatakan sosialisasi penegakan perda, dalam hal ini terkait aturan di masa PPKM pihaknya bersama-sama Pemerintah Kota Semarang dalam hal ini Satpol PP, TNI, Polri untuk mendukung agar aturan dipatuhi masyarakat, tentunya dengan cara-cara yang humanis.

“Bila ada masyarakat yang belum mematuhi aturan melanggar aturan Perda, perlu dilakukan pendekatan sehingga masyarakat teredukasi. Bagaimanapun aturan harus ditegakkan, sehingga semua bisa ditindak tapi harus secara humanis, karena masyarakat perlu makan, disamping penegakan perda terus tersosialisasikan ke masyarakat, “imbuhnya. (Ak/El)

Advertisements