Home Hukum dan Kriminal Merasa Diperas, Oknum Polisi Sorong Dikeroyok Anggota Zipur 

Merasa Diperas, Oknum Polisi Sorong Dikeroyok Anggota Zipur 

Teatrikal Peristiwa Pertempuran Lima Hari di Semarang

Sorong, 14/10 (BeritaJateng.net) – Merasa diperas oleh oknum polisi Sorong, anggota Zipur menyusun skenario dan mengeroyok oknum polisi hingga babak belur. Pengeroyokan terjadi pada Kamis (13/10) kemarin sekira pukul 19.00 WIT.

Tiga oknum Polri yang diketahui bernama Bripda Faldi Muhamad dari Polsek Bandara DEO Resort Sorong kota, Bripda Jhoni Siahaan dari Resort Sorong selatan, Bripda Amri dari Redort Raja Ampat.

Kejadian bermula pada awal bulan Oktober 2016 lalu, salah satu dari ketiga oknum anggota Polri tersebut diatas menjual motor di situs online Sorong babe kemudian motor tersebut dibeli oleh anggota Zipur a.n. Pratu Halim Hartanto seharga Rp. 3.500.000,- dan transaksi dilakukan di DIY Aimas Kabupaten Sorong.

Selang beberapa hari kemudian, salah satu dari ketiga oknum anggota Polri tersebut menelpon Pratu Halim untuk bertemu, kemudian oknum anggota Polri tersebut mengaku bertugas di Polres Sorong Aimas, ia kemudian mengancam jika motor yang dibeli tersebut adalah motor bodong dan menuduh Pratu Halim sebagai penadah motor curian.

Pratu Halim diancam akan dilaporkan ke POMAD jika tidak menyerahkan uang sejumlah Rp. 7.500.000,-, karena merasa takut akan dilaporkan ke POMAD sehingga Pratu Halim menyerahkan uang sebesar Rp. 7.500.000,-.

Tak berhenti disitu, beberapa hari kemudian oknum Polisi tersebut kembali menelpon Pratu Halim meminta tambahan uang sebesar Rp. 7.500.000,- dengan alasan permintaan oleh Kapolres Sorong agar tidak dijadikan Penadah.

Karena merasa curiga akhirnya pada hari Kamis (13/10) Pratu Halim bersama satu orang Perwira Zipur melaporkan masalah tersebut ke Propam Polres Sorong karena setahu mereka anggota yang meminta uang tersebut adalah anggota Polres Sorong namun setelah Propam Polred Sorong memperlihatkan data pers Polres Sorong beserta foto untuk dikenali oleh Pratu Halim namun tidak ada yang mirip dengan oknum anggota Polri tersebut sehingga Pratu Halim dan teman-temannya yang juga anggota Zipur menyusun rencana untuk menjebak oknum anggota Polri tersebut.

Pada pukul 18.00 WIT, Pratu Halim kemudian menghubungi salah satu oknum anggota Polri tersebut untuk bertemu di depan Polsek Sorong Timur untuk menyerahkan uang sisa sebesar Rp. 7.500.000,- kemudian ketiga oknum anggota Polri tersebut datang ke tempat yang telah ditentukan menggunakan mobil Toyota Avanza warna silver dengan nopol PB 1746 KU namun tempat bertemu diubah di didepan Perumnas km 10.

Setelah bertemu di depan Perumnas Km 10, oknum anggota Polri tersebut lalu memaksa Pratu Halim masuk kedalam mobil untuk transaksi sambil menodongkan senjata api ke Pratu Halim.

Pratu Halim lantas berontak dan keluar dari mobil sambil menendang mobil, teman-teman Pratu Halim yang sudah memantau dari jauh langsung mengejar ketiga oknum tersebut dengan motor kemudian setelah berhasil mencegat ketiga oknum anggota Polri tersebut lalu dikeroyok oleh sekelompok anggota Zipur untuk kemudian dibawa ke Polres Sorong untuk diamankan namun pada saat pengeroyokan, salah satu oknum anggota Polri a.n. Bripda Jhoni Siahaan berhasil melarikan diri. (Bj)